Resmi Dilantik, Akuatik DIY Ditarget 1 Emas Pon

(Jurnalispreneur.id |Sleman) – Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Akuatik Indonesia Anindya Novyan Bakrie resmi melantik Kepengurusan Akuatik Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Masa Bakti 2025-2029 di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center pada Sabtu (31/1) malam.

Mewakili Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY KGPAA Paku Alam X, Wakil Ketua Umum (WKU) II Nolik Maryono, B.Sc., menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran kepengurusan yang diketuai oleh Maryanto, sekaligus terima kasih kepada Ketua Umum PB Akuatik Indonesia atas kesediaannya melantik langsung di DIY, setelah 30 tahun lamanya belum pernah dilantik.

Pada kesempatan tersebut, Akuatik Indonesia DIY juga didorong untuk selalu solid dan jalin sinergi dengan berbagai stakeholder terkait baik KONI DIY, sekolah maupun dinas, serta merancang program pembinaan yang baik sehingga harapannya dapat meloloskan banyak atlet ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 mendatang, dan mampu mendapatkan kejayaan kembali dengan meraih satu (1) medali emas di ajang olahraga multi event tertinggi se-Indonesia tersebut.

Diketahui bahwa cabang olahraga (cabor) Akuatik Indonesia DIY yang sebelumnya dikenal dengan nama Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) DIY ini, tercatat pernah meraih tiga (3) medali emas melalui subcabor renang indah (sekarang disebut dengan renang artistik) pada PON XIX 2016 Jawa Barat lalu. Kemudian pada PON XX 2021 Papua memperoleh 1 medali perak melalui renang artistik dan 1 medali perunggu lewat renang perairan terbuka. Sedangkan pada PON XXI 2024 Aceh-Sumatra Utara (Sumut), Kontingen DIY belum beruntung memperoleh medali.

“Suatu kebanggaan Ketua Umum PB Akuatik Indonesia bisa hadir dan melantik langsung Pengda Akuatik Indonesia DIY Masa Bakti 2025-2029. Atas nama KONI DIY mengucapkan selamat dan terima kasih, semoga amanah ini dapat dijalankan dengan baik utamanya dalam meningkatkan prestasi akuatik di DIY. Berharap juga dapat lolos PON 2028 dan memiliki target medali 1 emas,” ujar Nolik Maryono.

Ucapan selamat turut disampaikan oleh Ketua Umum PB Akuatik Indonesia. Dan untuk memajukan akuatik, dibutuhkan perjuangan, pengorbanan dan dedikasi yang tinggi dari kepengurusan baru ini. Dirinya pun mendorong agar Akuatik Indonesia DIY juga menjalin kerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) DIY untuk pembinaan jangka panjang. Sebab akuatik bukanlah cabor dengan atlet / sumber daya manusia (sdm) yang terbentuk secara instan, namun perlu proses dan pelatihan lama di dalamnya.

(kanan tengah) Ketua Umum PB Akuatik Indonesia Anindya Novyan Bakrie dan jajaran saat melantik Kepengurusan Akuatik Indonesia DIY Masa Bakti 2025-2029 di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center pada Sabtu (31/1) malam. (Foto: Istimewa)

“Akuatik DIY mempunyai potensi luar biasa, dibuktikan dengan Ketua Umum Bapak Maryanto yang memiliki stamina baik dan (kontribusi) di SEA Games 2025 yang sumbangkan 1 perak dan 1 perunggu melalui polo air putra dan putri dari total 16 medali, yakni 3 emas, 4 perak, 9 perunggu (yang diraih cabor akuatik). DIY harus mendukung Tim Indonesia merebut medali emas terutama nomor polo air putra (di SEA Games berikutnya), tentunya juga polo air putri,” jelas Anindya Novyan Bakrie yang juga merupakan Ketua Umum Kadin Indonesia ini.

Di samping itu pada kejuaraan kelompok umur se-Asia Tenggara 2025 lalu, lanjut dia, DIY juga mampu memberikan kontribusi berupa 2 emas, 1 perak dan 1 perunggu melalui subcabor renang artistik dan renang lintasan, serta pada PON XXI 2024 menjadi salah satu dari 7 provinsi di Indonesia yang mampu turunkan atlet-atletnya bertanding secara lengkap di empat (4) subcabor. Yakni renang lintasan, renang artistik, renang perairan terbuka, dan polo air, dengan sejumlah 37 atlet. DIY juga terbilang aktif dalam menyelenggarakan pelatihan pelatih sertifikat B, C, dan pelatihan internasional ASCA level I sampai V. Menurutnya hal tersebut bisa menjadi contoh baik bagi provinsi lain dan perkembangan akuatik ke depannya.

“Mengenai papan loncat (indah) itu dikomunikasikan detail (kebutuhannya), akan kita cari jalan dan usahakan untuk bisa bantu rencana di (Kolam Renang) UNY, segera akan diproses dan ditindaklanjuti,” katanya.

Sementara itu Ketua Umum Pengurus Daerah (Pengda) Akuatik Indonesia DIY Maryanto bersama jajaran akan berupaya yang terbaik untuk memajukan akuatik DIY. Termasuk di dalamnya mendatangkan pelatih renang artistik internasional dari Jepang Miss Takemoto Masa, melakukan pembinaan terhadap 15 atlet subcabor loncat indah meski belum memiliki papan loncat standar, juga melakukan pembinaan jangka panjang bagi para atlet dari 4 subcabor lainnya.

Secara organisasi dengan keanggotaan 4 pengurus kabupaten (pengkab) dan 1 pengurus kota (pengkot), saat ini terdapat 32 klub akuatik yang aktif dengan jumlah atlet dengan level pemula hingga senior yang mencapai 2.890 orang. Tentu hal ini menjadi potensi besar bagi DIY untuk dilakukan pembinaan secara berkelanjutan ke depannya. (Rls)


MITRA JURNALISPRENEUR.ID