Keranjang Anda kosong!

(Jurnalispreneur.id | Bantul) — Pemerintah Kalurahan Bangunharjo akan menyelenggarakan Pasar Terbuka Mobil Bekas di Komplek Museum History of Java (HOJ) pada 15 Februari 2026 mendatang. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan fungsi museum, tidak hanya sebagai ruang edukasi sejarah, tetapi juga sebagai penggerak utama pengembangan ekonomi lokal.
Penyelenggaraan pasar mobil bekas di kawasan museum ini merupakan strategi awal untuk menghidupkan kawasan Museum History of Java sebagai pusat aktivitas ekonomi, budaya, dan kreatif masyarakat. Diharapkan, kegiatan ini mampu menarik kunjungan masyarakat dan wisatawan, sekaligus membuka ruang interaksi antara pelaku usaha, komunitas, dan pengunjung.
Lebih dari sekadar aktivitas jual beli, Pasar Terbuka Mobil Bekas dirancang sebagai pemicu tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif yang sejalan dengan visi Museum History of Java sebagai culture creative hub di Kalurahan Bangunharjo.
Lurah Bangunharjo (Nur Hidayat,S.Ag., MSI mengatakan bahwa melalui kegiatan ini Pemerintah Kalurahan Bangunharjo berupaya mewujudkan konsep Pusat Budaya dan Mall Desa, dengan menempatkan Museum History of Java sebagai pusat informasi dan promosi destinasi wisata desa.
“Museum History of Java kami posisikan sebagai etalase sekaligus simpul promosi berbagai potensi ekonomi lokal,” ujar Nur Hidayat kepada Jurnalispreneur.id, Senin sore (9/2/26), di Kantor Kalurahan Bangunharjo, Sewon, Bantul.
Ia menambahkan, potensi yang dipromosikan meliputi panorama pertanian, produk UMKM kreatif, Taman Kuliner Desa, hingga pengembangan destinasi wisata berbasis budaya, alam, dan edukasi yang dimiliki Kalurahan Bangunharjo.
Kehadiran Pasar Terbuka Mobil Bekas juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi berantai bagi masyarakat sekitar, termasuk pelaku UMKM, pengelola kuliner, serta sektor jasa pendukung lainnya. Aktivitas ini menjadi contoh pemanfaatan ruang museum secara adaptif dan produktif, tanpa meninggalkan nilai sejarah dan budaya yang menjadi identitas utama Museum History of Java.

Ke depan, Museum History of Java dirancang berkembang sebagai ruang terbuka dan ruang bersama bagi masyarakat Bangunharjo. Museum tidak hanya berfungsi sebagai ruang pameran, tetapi juga sebagai pusat kegiatan warga, ruang kolaborasi komunitas, serta simpul aktivitas sosial dan ekonomi.
Pengembangan kawasan museum ini juga akan diperkuat dengan kehadiran Kids Discovery Park (Cerita Anak Istimewa), sebuah wahana edukatif dan rekreatif bagi anak-anak yang mengusung konsep pembelajaran budaya dan sejarah secara menyenangkan.
Melalui berbagai kegiatan tematik seperti Pasar Terbuka Mobil Bekas, Pemerintah Kalurahan Bangunharjo optimistis Museum History of Java dapat bertransformasi menjadi pusat budaya dan ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat posisi Bangunharjo sebagai destinasi wisata desa istimewa. (JP_3)
Categories
Recent Posts
- Dompet Dhuafa Yogyakarta Gelar Konser Amal untuk Penyintas Kanker dan Korban Banjir Sumatera

- PT Visindo Perkuat Sinergi Melalui Kajian Intelektual Ramadhan: Fokus pada Kolaborasi Pentahelix dan Resiliensi

- Ketahanan Pangan Desa Bangunharjo: Panen Raya Terong Nasubi, Solusi Sayur Sehat Harga Rakyat

- Kerja Sama Berujung Konflik, Merek Pemicunya

- Alifa Moslem Babypreneur Daycare, Daycare Sahabat dekat Ayah & Bunda

Archive
Tags
Akhir Lusono Bakpia Jogkem bakso Bangunharjo Bantul BMT buka puasa Desa Caturharjo Desa wisata Dinas Pariwisata Kulon Progo DPS ekosistem ekraf Film GBMT Geguritan halal HPN 2025 Iftar Inovasi JAFF jakarta Jurnalipreneur.id Jurnalispreneur Jurnalispreneur.id kolaborasi Kotamas DIY kreatif kriya kuliner Mie lethek museum Pelatihan jurnalis PINBAS MUI DIY PINBUK Ramadan Ramadhan Silaturahmi Tera View Tim Jurnalispreneur.id UGM UMBY Umkm Wirausaha Yogyakarta
Social Links
MITRA JURNALISPRENEUR.ID










Tinggalkan Balasan