Keranjang Anda kosong!

8(Jurnalispreneur.id, Sleman) – Serikat Ekonomi Pesantren (SEP) bersama Danone Indonesia, Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren) DIY, dan Damping menggelar sosialisasi program SEP dalam acara Buka Puasa Bersama Pesantren Wilayah DIY di Pendopo Ahmad Safiโi Academy, Pondok Pesantren Wahid Hasyim, Pringwulung, Condongcatur, Depok, Sleman, Rabu (19/3) sore. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari 50 pesantren se-DIY.
Pimpinan Ponpes Wahid Hasyim, Kyai Muhammad Nur Wachid, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan kesadaran ekonomi di kalangan pesantren.
โDi era ini, kemandirian ekonomi pesantren menjadi sesuatu yang mutlak. Pesantren tidak hanya bergantung pada proposal bantuan, tetapi juga harus mampu mengelola ekonomi secara mandiri dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta,โ ujarnya.

Selanjutnya Ketua Hebitren DIY, Kyai Khoeron Marzuki, menambahkan bahwa kerja sama dengan SEP dan Danone telah berlangsung selama lima tahun dalam pendampingan usaha pesantren. Program yang telah dijalankan meliputi pengelolaan dan pelatihan sampah, penanaman pohon, serta pembinaan ekonomi pesantren berbasis syariah.
โKita ingin pesantren tidak hanya kuat dalam spiritualitas, tetapi juga dalam ekonomi dengan prinsip saling asih, asah, dan asuh,โ katanya.
Kemudian dari pihak Danone Indonesia, Sares Namara menjelaskan bahwa pihaknya turut mendukung pesantren dalam pengelolaan sampah melalui kerja sama dengan bank sampah serta pelatihan usaha berkelanjutan.
โSemangat mendirikan bisnis bukan semata-mata untuk keuntungan, tetapi juga untuk menebar kebaikan di masyarakat, termasuk di lingkungan pesantren,โ ujarnya.
Danone juga berkomitmen mempermudah akses pesantren dalam memperoleh sertifikasi halal melalui program Damping serta memberikan bantuan kepada pemenang workshop pengelolaan sampah.
Di tempat yang sama, Ketua SEP, Ustadz Ahmad Tazakka Bonanza, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa program SEP dapat diakses oleh pesantren untuk berbagai keperluan seperti sanitasi, permodalan bergulir, serta pelatihan bisnis pesantren.
โDengan skema pembiayaan syariah dan kerja sama dengan Hebitren serta perbankan syariah, kami ingin memperkuat jaringan ekonomi pesantren agar semakin mandiri dan berdaya saing,โ jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa SEP ini memiliki tiga tujuan utama, yaitu pemberdayaan ekonomi pesantren, peningkatan kapasitas dan keterampilan pengelola pesantren, serta memperkuat jaringan ekonomi pesantren dengan berbagai sektor.
Sebagai bentuk apresiasi, acara ini juga diisi dengan pembagian 50 bingkisan untuk pengasuh pesantren dan 50 bingkisan untuk santri. Selain itu, penghargaan diberikan kepada juara 1, 2, dan 3 dalam workshop perencanaan pengelolaan sampah. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan buka puasa bersama seluruh peserta.
Acara ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antar-pesantren dan berbagai pihak guna meningkatkan kemandirian ekonomi pesantren di DIY. (JP1)
Categories
Recent Posts
- Pelaku UMKM, Koperasi, dan Perusahaan Didorong Tertib Pajak, SPT Tahunan PPh Badan Batas Akhir 30 April

- Sambut Tahun Baru, Swara Prambanan Gelar Festival Musik dan Budaya
- KWT Melati Kembangkan Inovasi Olahan Cabai Lokal Berbasis Pemberdayaan Perempuan

- Jogja: Lebih dari Sekadar Kota, Sebuah Filosofi Hidup

- Nikayu Hadirkan Produk Kerajinan Kayu Estetis dan Fungsional dari Bangunharjo

Archive
Tags
Akhir Lusono Al-Qurโan Bakpia Jogkem bakso Bangunharjo BMT Desa wisata Dinas Pariwisata Kulon Progo DPS ekosistem ekraf Erik Hidayat Festival Film Film Geguritan halal HPN 2025 IKAPRIM Inkubator Bisnis UMBY Inovasi INTANI JAFF Jurnalipreneur.id Jurnalispreneur Jurnalispreneur.id kolaborasi Kotamas DIY kreatif kuliner organik Pasar Ngasem Pelatihan jurnalis pendampingan PINBAS MUI DIY PINBUK Ramadan Ramadhan Silaturahmi Tera View Tim Jurnalispreneur.id UGM UMBY Umkm Wirausaha Yogyakarta
Social Links
MITRA JURNALISPRENEUR.ID










Tinggalkan Balasan