Keranjang Anda kosong!

PACITAN โ Di bawah naungan tebing karst yang megah dan gemuruh angin Pantai Selatan, pariwisata Kabupaten Pacitan kini tidak lagi sekadar tentang memamerkan keindahan bentang alamnya. Di balik stalaktit indah Goa Gong yang mendunia, ada kesadaran baru yang sedang tumbuh subur di kalangan masyarakatnya: bahwa daya tarik sejati sebuah destinasi berakar pada ketulusan senyuman dan kehangatan pelayanan.
Langkah strategis untuk merawat kesadaran itulah yang mewujud nyata pada Rabu (03/06/2026). Bertempat di RM Mbak Wheny, kawasan Parkir Bawah Goa Gong, Rumah BUMN Pacitan yang dikelola oleh PT PLN berkolaborasi erat dengan Asosiasi Pelaku & Penggiat Pariwisata Pacitan (AP3 Pacitan). Mereka menggelar workshop bertajuk โSmart Tourism Pacitan: Strategi Meningkatkan Kunjungan dengan Hospitality Excellenceโ.
Sejak pukul 10.00 WIB, suasana di dalam ruangan terasa hidup. Puluhan pelaku usaha wisata, pengelola destinasi, kelompok sadar wisata (pokdarwis), hingga komunitas pariwisata lokal duduk bersama. Forum ini bertransformasi menjadi ruang belajar yang hangat, membawa sebuah premis penting bagi masa depan pariwisata daerah: keelokan destinasi hanyalah pintu masuk, namun kualitas pengalaman dan memori yang dibawa pulang oleh wisatawan adalah kunci penentu keberlanjutan.
Pertemuan ini dihadiri oleh figur-figur kunci lintas sektor, di antaranya Fianda Juliantoro (perwakilan Rumah BUMN Jawa Timur sekaligus CEO Digma Solutions) serta Munirul Ichwan, S.STP. (Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pacitan). Kehadiran jajaran birokrasi dan dunia usaha ini menegaskan bahwa ekosistem pariwisata yang kompetitif mustahil dibangun sendirian; ia membutuhkan rajutan sinergi yang kokoh antara pemerintah, swasta, dan masyarakat akar rumput.
Dalam ruang diskusi tersebut, tercetus pemikiran bersama bahwa pelayanan yang unggul akan memicu efek bola salju yang positif. Wisatawan yang pulang dengan hati puas tidak hanya akan kembali datang, tetapi secara sukarela menjadi duta wisata yang menceritakan kebaikan Pacitan kepada dunia luar melalui rekomendasi dari mulut ke mulut maupun media sosial.
Menjelajahi substansi lebih dalam, Azfa Mutiara Ahmad Pabulo, akademisi dari Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) sekaligus Founder dan CEO Sekolah Wirausaha Desa, hadir membedah anatomi pariwisata modern. Dengan lugas, Azfa menjelaskan bahwa kemajuan wisata bertumpu pada dua pilar kembar: hospitality (keramahan) sebagai penguat internal dan branding (pencitraan) sebagai penguat eksternal. Destinasi yang memiliki standar pelayanan prima akan jauh lebih mudah membangun reputasi yang kokoh di mata pasar global.

Melalui pendekatan interaktif, para peserta diajak menyelami aspek-aspek mikro dalam pelayanan sehari-hari. Mulai dari seni menjaga sikap ramah, komunikasi efektif yang menenangkan, keterampilan memitigasi keluhan dengan elegan, hingga cara meramu pengalaman autentik yang membekas di ingatan pengunjung. Tak hanya itu, materi ditutup dengan bagaimana digitalisasi lewat konsep smart tourism dapat dioptimalkan sebagai instrumen modernisasi tata kelola dan perluasan promosi.
Melalui inisiasi bersama ini, Rumah BUMN Pacitan dan AP3 Pacitan menaruh harapan besar pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal. Ini bukan sekadar program seremonial musiman, melainkan fondasi matang untuk melahirkan ekosistem pariwisata Pacitan yang ramah, berdaya saing, dan adaptif terhadap gelombang kunjungan masa depan.
Dengan api kolaborasi yang terus menyala, Kabupaten Pacitan kini melangkah mantap melampaui keindahan fisiknya. Daerah ini sedang bersiap menyambut lebih banyak pelancong, bukan hanya dengan pesona alamnya yang magis, melainkan dengan pelukan hospitality yang meninggalkan kesan mendalam sepanjang masa. (JP_3)
Categories
Recent Posts
- Seminar Pacific Cultural Connect ‘Beyond the Cultural Exchange’ Digelar di Yogyakarta
- Bukit Songo Papat: Merawat Ingatan Tragedi Merapi 1994, Menyusuri Sejarah, dan Mengembangkan Potensi Desa Hargobinangun

- Menuju Kemandirian Pangan Indonesia: Indonesia Local Flour Initiative Dorong Substitusi Gandum Berbasis Pangan Lokal

- Film Pasukan 1000 Janda Rilis Trailer & Poster, Tayang 12 November

- Festival Kebudayaan Yogyakarta 2026 Resmi Ditutup

Archive
- Oktober 2026
- September 2026
- Agustus 2026
- Juli 2026
- Juni 2026
- Mei 2026
- April 2026
- Maret 2026
- Februari 2026
- Januari 2026
- Desember 2025
- November 2025
- Oktober 2025
- September 2025
- Agustus 2025
- Juli 2025
- Juni 2025
- Mei 2025
- April 2025
- Maret 2025
- Februari 2025
- Januari 2025
- Desember 2024
- November 2024
- Januari 2024
- Juli 2023
- Maret 2023
- Januari 2023
- Desember 2022
- Oktober 2022
Tags
#FKY #Kebudayaan #Pameran #seni Akhir Lusono Bakpia Jogkem Bangunharjo Bantul BMT buka puasa Desa wisata DPS ekonomi kreatif ekosistem ekraf Film Geguritan Iftar Inovasi JAFF Jurnalipreneur.id Jurnalispreneur Jurnalispreneur.id KDMP kolaborasi kota kreatif kreatif kriya kuliner Mie lethek museum Pelatihan jurnalis PINBAS MUI DIY PINBUK Ramadan Ramadhan Silaturahmi TBC Tera View Tim Jurnalispreneur.id UCCN UGM UMBY Umkm Yogyakarta
Social Links
MITRA JURNALISPRENEUR.ID










Tinggalkan Balasan