Keranjang Anda kosong!

Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi rabbil โalamin, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Taโala, yang telah memberikan kita nikmat iman, Islam, dan kesehatan. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad ๏ทบ, keluarga, sahabat, dan para pengikutnya hingga akhir zaman.Hadirin yang berbahagia,
Dalam kehidupan ini, kita tidak selalu bertemu dengan orang-orang yang menyenangkan hati kita. Ada yang memberikan kebahagiaan, namun ada juga yang menghadirkan luka dan kekecewaan. Ini adalah bagian dari sunnatullah, ujian yang Allah berikan untuk menguji kesabaran dan kebijaksanaan kita.
Sering kali, kita merasa perlu menjaga jarak dari seseorang bukan karena ingin memutus tali silaturrahmi, tetapi agar terhindar dari perselisihan, perdebatan, dan ketidaknyamanan hati. Dalam Islam, menjaga hati adalah bagian dari keimanan. Rasulullah ๏ทบ bersabda: Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam. (HR. Bukhari & Muslim)
Terkadang, diam dan menjauh adalah pilihan terbaik agar hati tetap bersih dari dendam dan kebencian. Jika ada orang yang sering merendahkan kita, janganlah merasa tersinggung atau bersedih. Itu adalah hak mereka untuk bersikap, tetapi kita pun memiliki hak untuk menjaga diri dengan tidak terpengaruh oleh sikap mereka.
Rasulullah ๏ทบ mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati bukan terletak pada bagaimana orang lain menilai kita, tetapi pada bagaimana kita memaknai kehidupan dengan penuh keikhlasan dan tawakal. Jika kita dinilai baik, bersyukurlah. Jika kita dinilai buruk, maka cukup jadikan sebagai bahan introspeksi tanpa perlu larut dalam kesedihan.
Hadirin yang berbahagia, Jangan pernah memaksa diri untuk disukai semua orang, karena itu hanya akan melelahkan. Fokuslah untuk menjadi pribadi yang baik, meskipun ada yang meremehkan. Jauhi orang-orang yang hanya membawa kekecewaan dan berhentilah berusaha menyenangkan mereka yang tidak pernah menghargai kita.
Allah berfirman dalam Al-Qurโan: Barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya). (QS. At-Talaq: 3)
Kebahagiaan sejati ada dalam diri kita sendiri. Kita yang menciptakannya, dan selebihnya, biarkan Allah yang mengatur segalanya. Mari kita pasrahkan segala urusan kepada-Nya, karena hanya dengan bertawakal, hati kita akan lebih damai dan kehidupan kita akan lebih berkah.
Semoga kultum ini dapat menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu menjaga hati, bersikap bijak dalam menghadapi kehidupan, dan tetap menebar kebaikan meskipun tidak semua orang bisa menghargai kita. Wassalamuโalaikum warahmatullahi wabarakatuh.(**)
Categories
Recent Posts
- Olimpiade Jaringan MikroTik 2026 Kembali Digelar, Sasar Siswa SMK TKJ dan SIJA

- DPS Bersertifikat, BMT Lebih Bermartabat Menjaga Kepatuhan Syariah, Merawat Kepercayaan Jamaah

- BANTUL PAPARKAN โWEAVING THE WORLD FOR HARMONYโ PADA SELEKSI NASIONAL TAHAP II UCCN 2027

- “Menjalin Dunia dalam Harmoni”: Bantul Bulatkan Tekad Daftar sebagai City of Craft and Folk Art UCCN 2027

- Dari Peta ke Dunia Digital, Kelompok KKN 59 UMBY Kenalkan Potensi Usaha Dusun Mranggen

Archive
- September 2026
- Agustus 2026
- Juli 2026
- Juni 2026
- Mei 2026
- April 2026
- Maret 2026
- Februari 2026
- Januari 2026
- Desember 2025
- November 2025
- Oktober 2025
- September 2025
- Agustus 2025
- Juli 2025
- Juni 2025
- Mei 2025
- April 2025
- Maret 2025
- Februari 2025
- Januari 2025
- Desember 2024
- November 2024
- Januari 2024
- Juli 2023
- Maret 2023
- Januari 2023
- Desember 2022
- Oktober 2022
Tags
#Pameran #seni Akhir Lusono Bakpia Jogkem Bangunharjo Bantul BMT buka puasa Desa Caturharjo Desa wisata Dinas Pariwisata Kulon Progo DPS ekonomi kreatif ekosistem ekraf Film Geguritan Iftar Inovasi JAFF Jurnalipreneur.id Jurnalispreneur Jurnalispreneur.id KDMP kolaborasi kota kreatif kreatif kriya kuliner Mie lethek museum Pelatihan jurnalis PINBAS MUI DIY PINBUK Ramadan Ramadhan Silaturahmi TBC Tera View Tim Jurnalispreneur.id UCCN UGM UMBY Umkm Yogyakarta
Social Links
MITRA JURNALISPRENEUR.ID










Tinggalkan Balasan