Film Horor Misteri Bisikan Desa Gringsing Tayang Mulai 24 September 2026 di Bioskop Indonesia

Adegan dari Film Horor Misteri Bisikan Desa Gringsing
Adegan dari Film Horor Misteri Bisikan Desa Gringsing. (Foto: Istimewa)

Jurnalispreneur.id, Jakarta– Setelah publikasi foto-foto adegan pertamanya di media sosial pada bulan Mei lalu, disusul kemudian dengan perilisan teaser poster minggu lalu, Mandela Pictures dan Oceanus Media Global (OMG Studios) menampilkan cuplikan pertama dari film terbarunya, Bisikan Desa Gringsing, demikian media rilis yang disampaikan kepada awak media, Senin, 13 Juni 2026.

Melalui video first look berdurasi kurang dari 1 menit, penonton disajikan dengan adegan mencekam yang dialami karakter utamanya, Hesti, diperankan oleh Aghniny Haque, saat perjumpaan pertama kalinya dengan karakter Fatimah, diperankan oleh Fatmah Nadhi, sosok yang menghantui warga Desa Gringsing.

Film horor misteri yang disutradarai oleh Ivander Tedjasukmana ini merupakan hasil kolaborasi produksi internasional antara Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Bisikan Desa Gringsing sekaligus menjadi film horor Indonesia pertama yang menggunakan teknologi virtual production (VP), teknologi yang akan menghadirkan atmosfer mencekam dari Desa Gringsing, mulai dari jalanan berkabut, struktur desa yang terasa mengancam, hingga kemunculan visi supernatural, dengan presisi sinematik yang sulit dicapai melalui pengambilan gambar yang konvensional.

Film ini juga menjadi film panjang Indonesia pertama yang memanfaatkan LED volumetric stage berstandar dunia, di mana para aktor berakting di depan layar LED beresolusi tinggi yang menampilkan lingkungan digital fotorealistik secara real time.

Sebuah upaya demi mempersembahkan sebuah pengalaman sinematik yang baru dalam sajian film horor Indonesia.

Sutradara Ivander Tedjasukmana mengatakan โ€œSebuah kehormatan bagi saya saat dipercaya untuk menangani project film dengan pemanfaatan teknologi Virtual Production ini. Bisikan Desa Gringsing menjadi tantangan baru, tidak hanya buat saya tapi tentu buat para aktor dan hampir semua tim yang terlibat. Namun, Mandela Pictures dan OMG Studios berhasil menjadi tim yang luar biasa, semua handal di bidangnya, serta memiliki kinerja terbaik sehingga semua kendala teratasi dengan baikโ€.

โ€œSemoga apa yang kami upayakan bisa dirasakan juga oleh para penonton saat berjumpa di bioskop nanti,โ€ tambahnya.

Film Bisikan Desa Gringsing bercerita tentang Hesti (Aghniny Haque), seorang perempuan yang mencari ayahnya yang hilang. Pencarian membawanya ke sebuah kampung bernama Desa Gringsing dan ia pun terseret ke dalam teror arwah Fatimah (Fatmah Nahdi) yang menghantui desa itu.

Aghniny Haque, pemeran Hesti menuturkan โ€œMemerankan Hesti dalam film ini adalah pengalaman pertama saya berperan dalam sebuah produksi dengan teknologi virtual production. Di satu sisi menyenangkan karena beberapa lokasi adegan bisa dilakukan di satu set saja, tapi ternyata tantangannya datang dalam bentuk yang lain lagiโ€.

โ€œButuh teknik dan pendekatan baru buat saya, dan ini justru menjadi kesempatan buat saya mengeksplorasi hal-hal baru dalam pengalaman keaktoran saya,โ€ imbuhnya.

Bisikan Desa Gringsing dibintangi oleh Aghniny Haque, Surya Saputra, Kiki Narendra, Iskak Khivano, Hesti Putri, Nina Tamam, Fatmah Nahdi, Iyang Darmawan, Akun Gege, dan Mian Tiara.

Film saat ini berada pada tahap akhir paska-produksi dan tayang di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026, dilanjutkan perilisan di Malaysia, Singapura, Turki, dan Azerbaijan. Ikuti perkembangan Bisikan Desa Gringsing melalui akun-akun resmi media sosialnya.

 

 


MITRA JURNALISPRENEUR.ID