Keranjang Anda kosong!

Jurnalispreneur.id, Yogyakarta– Dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Dompet Dhuafa Yogyakarta menggelar kegiatan Gebyar Budaya Sambut Ramadan 1447 H di Pelataran Barat Titik Nol Kilometer Yogyakarta.
Acara ini dimulai pukul 05.00 hingga 09.00 WIB dan diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai kalangan masyarakat dan wisatawan.
Kegiatan Tarhib Ramadan ini diawali dengan lari pagi bersama di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Aktivitas tersebut menjadi simbol ajakan untuk menyambut Ramadan dengan semangat hidup sehat, kebersamaan, serta kepedulian sosial di ruang publik.
Setelah lari pagi, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai aktivitas budaya dan pemberdayaan masyarakat. Di antaranya Belajar Membatik on the Street yang didampingi oleh guru-guru sekolah binaan Program Pendidikan.
Kegiatan membatik ini ada dua macam, membuat batik tulis dengan canting dan membuat batik cap.

Pengunjung dapat belajar teknik batik tulis secara langsung, didampingi oleh guru-guru binaan Dompet Dhuafa.

Antusiasme pengunjung terlihat jelasย dari mereka yang sabar menanti giliran untuk belajar batik cap. Dengan bimbingan langsung dari guru binaan Dompet Dhuafa, peserta tampak sangat bersemangat mengikuti setiap arahan yang diberikan ketika membuat batik cap.
Rangkaian acara juga dimeriahkan dengan penampilan Drumband SD Pundong, Hadroh Pundong binaan Program Dakwah, serta pertunjukan angklung dari sekolah binaan Program Pendidikan, yang seluruhnya merupakan penerima manfaat melalui program Dompet Dhuafa Yogyakarta.

Pimpinan Dompet Dhuafa Yogyakarta, Muhammad Zahron, menyampaikan bahwa kegiatan tarhib Ramadan ini menjadi momentum refleksi bersama tentang pentingnya peran zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) dalam menguatkan ukhuwah dan kepedulian sosial.
โTarhib Ramadan ini kami maknai sebagai pengingat bahwa Ramadan bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga momentum memperkuat ukhuwah sosial. ZISWAF memiliki peran strategis dalam menghadirkan kebermanfaatan dan memastikan nilai solidaritas benar-benar dirasakan masyarakat,โ ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa pada Ramadan 1447 H ini, Dompet Dhuafa Yogyakarta mengusung tagline โBerzakat Itu Kalcerโ sebagai upaya mendekatkan nilai-nilai zakat dengan masyarakat, khususnya generasi muda.
โKami ingin menegaskan bahwa berzakat adalah bagian dari budaya kebaikan yang relevan dengan kehidupan saat ini. Berzakat itu kalcer, karena zakat mendorong empati, keadilan sosial, dan keberlanjutan pemberdayaan,โ tambahnya.
Categories
Recent Posts
- Dompet Dhuafa Yogyakarta Gelar Konser Amal untuk Penyintas Kanker dan Korban Banjir Sumatera

- PT Visindo Perkuat Sinergi Melalui Kajian Intelektual Ramadhan: Fokus pada Kolaborasi Pentahelix dan Resiliensi

- Ketahanan Pangan Desa Bangunharjo: Panen Raya Terong Nasubi, Solusi Sayur Sehat Harga Rakyat

- Kerja Sama Berujung Konflik, Merek Pemicunya

- Alifa Moslem Babypreneur Daycare, Daycare Sahabat dekat Ayah & Bunda

Archive
Tags
Akhir Lusono Bakpia Jogkem bakso Bangunharjo Bantul BMT buka puasa Desa Caturharjo Desa wisata Dinas Pariwisata Kulon Progo DPS ekosistem ekraf Film GBMT Geguritan halal HPN 2025 Iftar Inovasi JAFF jakarta Jurnalipreneur.id Jurnalispreneur Jurnalispreneur.id kolaborasi Kotamas DIY kreatif kriya kuliner Mie lethek museum Pelatihan jurnalis PINBAS MUI DIY PINBUK Ramadan Ramadhan Silaturahmi Tera View Tim Jurnalispreneur.id UGM UMBY Umkm Wirausaha Yogyakarta
Social Links
MITRA JURNALISPRENEUR.ID










Tinggalkan Balasan