Keranjang Anda kosong!

(Jurnalispreneur.id, Bantul) – Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) menggelar rangkaian kegiatan Pengukuhan Forum Seni Rupa Kabupaten Bantul (FSRB) yang dilanjutkan dengan Sarasehan Fasilitasi Dewan Kebudayaan, Selasa (25/11/25) bertempat di Kalurahan Bangunharjo, Sewon, Bantul.
Pengukuhan Forum Seni Rupa Kabupaten Bantul dan pelaksanaan Sarasehan Fasilitasi Dewan Kebudayaan sebagai wadah penguatan ekosistem seni rupa, diskusi kebudayaan, serta penyusunan arah pengembangan seni visual di Bantul.
Acara dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, Hermawan Setiaji, mewakili Bupati Bantul, Lurah Bangunharjo, Nur Hidayat, Kepala Dinas Kebudayaan Bantul, Yanatun Yunadiana, Wakil Rektor I ISI Yogyakarta, Dr. Dewanto Sukistono, Perwakilan Dewan Kebudayaan Bantul, Gatot Mujiyana dan Ketua FSRB, Drs. Dunadi selaku pemandu sarasehan serta para seniman, budayawan, akademisi, dan pemangku kepentingan kebudayaan di Bantul.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengukuhkan FSRB sebagai wadah resmi sinergi dan penguatan identitas seni rupa Bantul, membangun kolaborasi antara pemerintah, seniman, komunitas, dan akademisi, memperkuat pembinaan lembaga penggiat seni sebagai agenda strategis kebudayaan Bantul tahun 2025, meningkatkan kualitas, kapasitas, dan jejaring seniman lokal dan menyusun strategi pengembangan ekosistem seni rupa yang inklusif dan berkelanjutan
Acara dibuka secara resmi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, Hermawan Setiaji, yang sekaligus mengukuhkan FSRB. Sambutan dari berbagai pemangku kepentingan menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam penguatan budaya. Setelah sesi pengukuhan, kegiatan dilanjutkan dengan Sarasehan Fasilitasi Dewan Kebudayaan yang dipandu oleh Ketua FSRB, Drs. Dunadi, menghadirkan diskusi mendalam mengenai arah kebijakan, kolaborasi, hingga pengembangan event dan ruang ekspresi seni rupa di Bantul.

Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi FSRB dan Dewan Kebudayaan Bantul dalam memperkuat jejaring serta mendorong terciptanya ekosistem seni rupa yang lebih kreatif, inklusif, dan berkelanjutan. Harapannya, pengukuhan forum dan hasil sarasehan dapat menjadi pijakan kuat dalam pengembangan kebudayaan di Kabupaten Bantul pada tahun-tahun mendatang.
(JP_3)
Categories
Recent Posts
- Hari Jadi DIY ke-271: Peran Kalurahan Menjaga Keistimewaan Yogyakarta

- โGali Sejarah Lewat Layar Lebar, Museum History of Java Gelar ‘Sinema Museum Jawa’

- Dompet Dhuafa Yogyakarta Gelar Konser Amal untuk Penyintas Kanker dan Korban Banjir Sumatera

- PT Visindo Perkuat Sinergi Melalui Kajian Intelektual Ramadhan: Fokus pada Kolaborasi Pentahelix dan Resiliensi

- Ketahanan Pangan Desa Bangunharjo: Panen Raya Terong Nasubi, Solusi Sayur Sehat Harga Rakyat

Archive
Tags
Akhir Lusono Bakpia Jogkem bakso Bangunharjo Bantul BMT buka puasa Desa Caturharjo Desa wisata Dinas Pariwisata Kulon Progo DPS ekosistem ekraf Film GBMT Geguritan halal HPN 2025 Iftar Inovasi JAFF jakarta Jurnalipreneur.id Jurnalispreneur Jurnalispreneur.id kolaborasi Kotamas DIY kreatif kriya kuliner Mie lethek museum Pelatihan jurnalis PINBAS MUI DIY PINBUK Ramadan Ramadhan Silaturahmi Tera View Tim Jurnalispreneur.id UGM UMBY Umkm Wirausaha Yogyakarta
Social Links
MITRA JURNALISPRENEUR.ID










Tinggalkan Balasan