Kampung Berseri Astra, dari Tanah Kosong Jadi Desa Digital: Kisah Perubahan yang Digerakkan oleh Warga Sendiri

CISARUA, BOGOR Di tengah hiruk-pikuk perkembangan kota, tersembunyi sebuah kampung kecil yang dulu hanya tanah kosong dan rumah-rumah sederhana. Kini, ia berubah menjadi desa digital yang ramai dengan aktivitas ekonomi kreatif, anak-anak yang belajar coding di warung kopi, dan ibu-ibu yang menjual produk lokal lewat aplikasi pesan antar.

Namanya: Kampung Berseri Astra (KBA) โ€œSumber Rejekiโ€.

Ini bukan sekadar proyek pembangunan infrastruktur. Ini adalah kisah nyata tentang bagaimana warga biasa, bersama mitra swasta dan pemerintah, mampu mengubah nasib desa mereka dengan tekad, kolaborasi, dan sedikit teknologi.

 

Dari Tanah Kosong ke โ€œDesa Digitalโ€

Dulu, sebelum program KBA hadir, Sumber Rejeki hanyalah kawasan pemukiman liar di pinggir jalan raya Puncak. Tidak ada akses air bersih, listrik sering padam, dan anak-anak harus berjalan 3 kilometer untuk ke sekolah.

โ€œWaktu itu, kami cuma bisa nunggu bantuan. Tapi bantuan datangnya nggak pasti,โ€ kenang Bu Yati (48), ketua kelompok ibu-ibu PKK setempat. โ€œKami nggak mau lagi jadi penonton. Kami ingin jadi pelaku.โ€

Pada tahun 2019, Astra melalui program Kampung Berseri Astra (KBA) memilih Sumber Rejeki sebagai salah satu lokasi penerima manfaat. Namun, bukan berarti Astra datang lalu bangun segalanya. Mereka datang dengan pendekatan bottom-up membangun bersama warga, bukan untuk warga.

โ€œKita tidak memberi ikan, tapi mengajarkan cara memancing. Bahkan, kita ajarkan cara membuat jaringnya,โ€ kata Rizki Prasetyo, koordinator lapangan KBA di wilayah Bogor.

 

Inovasi Lokal, Solusi Nyata

Salah satu inovasi paling mengejutkan di KBA Sumber Rejeki adalah โ€œWarung Codingโ€ sebuah warung kopi kecil yang diubah menjadi pusat belajar digital bagi anak-anak dan remaja.

โ€œAwalnya cuma tempat nongkrong. Tapi karena banyak anak yang nggak punya laptop, kami pinjamkan perangkat dari komunitas dan pakai wifi gratis dari KBA,โ€ cerita Arman (17), siswa SMA yang kini menjadi mentor junior di Warung Coding.

Di samping itu, kelompok ibu-ibu PKK membentuk โ€œKoperasi Sumber Rejeki Mandiriโ€. Mereka memproduksi keripik singkong, dodol lokal, dan sabun herbal. Semua dipasarkan lewat aplikasi e-commerce yang dibuat sendiri oleh tim digital warga.

โ€œKami belajar bikin toko online, foto produk, sampai pengiriman. Sekarang omset bulanan kami bisa tembus Rp 25 juta,โ€ ujar Bu Yati dengan bangga.

 

Peran Astra: Pendamping, Bukan Penyelamat

Yang menarik, Astra tidak hanya memberikan dana atau infrastruktur. Mereka menjadi facilitator dan mentor. Melalui program DSA (Desa Sejahtera Astra), Astra juga membantu desa-desa lain di sekitar Sumber Rejeki untuk saling belajar dan berkolaborasi.

โ€œKami tidak ingin jadi โ€˜pahlawanโ€™. Kami ingin jadi โ€˜jembatanโ€™,โ€ tegas Rizki. โ€œJika suatu saat Astra pergi, desa ini tetap bisa berdiri sendiri. Itu tujuan utamanya.โ€

Fakta ini terbukti. Saat pandemi melanda, banyak desa kesulitan. Tapi Sumber Rejeki malah justru berkembang. Karena sudah punya sistem digital, mereka bisa tetap menjual produk meski pasar tradisional tutup.

 

Tantangan dan Harapan

Tentu, tidak semua berjalan mulus. Ada konflik internal, ada warga yang skeptis, bahkan ada yang menolak perubahan.

โ€œAda yang bilang, โ€˜Apa sih yang bisa dilakukan anak muda?โ€™. Tapi sekarang, anak muda itu yang jadi motor penggerak,โ€ kata Arman.

Tantangan terbesar sekarang adalah keberlanjutan. Bagaimana memastikan inovasi ini tetap hidup setelah program KBA berakhir? Jawabannya: pendidikan dan kepemimpinan lokal.

โ€œKami sedang membangun โ€˜Akademi Desa Digitalโ€™ tempat warga belajar manajemen, digital marketing, dan literasi finansial. Nanti, alumni akademi ini yang akan jadi generasi penerus,โ€ tambah Rizki.

 

Menginspirasi Lewat Liputan Media

Kisah Sumber Rejeki adalah contoh nyata bahwa perubahan besar bisa dimulai dari hal-hal kecil dari ide seorang ibu, semangat seorang remaja, dan dukungan komunitas.

Ini bukan sekadar cerita tentang infrastruktur atau teknologi. Ini tentang manusia: tentang kepercayaan diri, kolaborasi, dan kemauan untuk belajar.

Dan inilah yang ingin disampaikan melalui liputan ini bahwa inspirasi perubahan tidak selalu datang dari atas. Ia bisa lahir dari tanah yang paling sederhana, digerakkan oleh orang-orang yang paling biasa.

 

Oleh: Muhammad Ammar Hakim

Lokasi: Kampung Berseri Astra (KBA) โ€œSumber Rejekiโ€, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor

Tanggal: 8 November 2025


MITRA JURNALISPRENEUR.ID