Keranjang Anda kosong!

(Jurnalispreneur.id,Bantul) – Daerah Sentra kriya dan kerajinan berbasis budaya, Kasongan di Kabupaten Bantul terus menunjukkan geliatnya sebagai bagian dari tulang punggung ekonomi kreatif nasional. Di tengah perkembangan tersebut, nama Bagus Satriyo mencuat sebagai sosok yang konsisten mendorong kemajuan pelaku ekonomi kreatif lokal.
Bagus Satriyo, yang juga merupakan anggota Asosiasi Mebel Indonesia (ASMINDO), dikenal luas berkat komitmennya dalam memperkuat posisi UMKM kriya di Bantul, khususnya dalam aspek pendampingan ekspor dan distribusi. Berbekal latar belakang profesional di sebuah perusahaan layanan logistik terpadu, Bagus memahami betul pentingnya rantai pasok dan efisiensi pengiriman dalam meningkatkan daya saing produk ekonomi kreatif baik di pasar nasional maupun global.
Namun, kontribusinya tidak berhenti sampai di situ. Melihat banyaknya potensi pengrajin lokal yang belum sepenuhnya terakses pasar ekspor, Bagus turut aktif dalam memberikan edukasi, bimbingan teknis, dan konseling ekspor kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).ย โBanyak pengrajin kita yang punya kualitas produk luar biasa, tapi belum siap secara sistem. Masalahnya bukan hanya di produk, tapi juga di pengetahuan tentang ekspor, pengemasan, dan legalitas. Di sinilah saya ingin berperan,โ ujar Bagus saat bincang-bincang dengan Jurnalispreneur.id di Kasongan, Kamis (16/10).

Melalui pendekatan yang komunikatif dan solutif, Bagus membantu para pelaku usaha memahami seluk-beluk prosedur ekspor, standar kualitas, sertifikasi, hingga manajemen distribusi yang efisien. Ia juga mendorong pentingnya pengemasan yang sesuai standar internasional, serta memastikan legalitas usaha dan kesiapan administratif lainnya.ย Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis kolaborasi, di mana pelaku industri, asosiasi profesi, dan komunitas kreatif bekerja bersama untuk mengangkat produk lokal ke pasar yang lebih luas.
โTujuan utamanya adalah agar pengrajin tidak hanya mampu memproduksi, tapi juga mampu menjual secara global. Kita harus dorong mereka jadi eksportir yang tangguh dan berdaya saing,โ tambahnya.ย Kehadiran Bagus Satriyo di Kasongan menjadi contoh konkret pengabdian profesional terhadap pemberdayaan komunitas lokal. Dengan menggabungkan pemahaman teknis industri dan kepedulian sosial, ia membuka peluang baru bagi produk kerajinan lokal agar lebih kompetitif, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di pasar internasional.
Kontributor : Azfa, Editor : Agus
Categories
Recent Posts
- Hari Jadi DIY ke-271: Peran Kalurahan Menjaga Keistimewaan Yogyakarta

- โGali Sejarah Lewat Layar Lebar, Museum History of Java Gelar ‘Sinema Museum Jawa’

- Dompet Dhuafa Yogyakarta Gelar Konser Amal untuk Penyintas Kanker dan Korban Banjir Sumatera

- PT Visindo Perkuat Sinergi Melalui Kajian Intelektual Ramadhan: Fokus pada Kolaborasi Pentahelix dan Resiliensi

- Ketahanan Pangan Desa Bangunharjo: Panen Raya Terong Nasubi, Solusi Sayur Sehat Harga Rakyat

Archive
Tags
Akhir Lusono Bakpia Jogkem bakso Bangunharjo Bantul BMT buka puasa Desa Caturharjo Desa wisata Dinas Pariwisata Kulon Progo DPS ekosistem ekraf Film GBMT Geguritan halal HPN 2025 Iftar Inovasi JAFF jakarta Jurnalipreneur.id Jurnalispreneur Jurnalispreneur.id kolaborasi Kotamas DIY kreatif kriya kuliner Mie lethek museum Pelatihan jurnalis PINBAS MUI DIY PINBUK Ramadan Ramadhan Silaturahmi Tera View Tim Jurnalispreneur.id UGM UMBY Umkm Wirausaha Yogyakarta
Social Links
MITRA JURNALISPRENEUR.ID










Tinggalkan Balasan