Media Dakwah Pelajar: Mewarisi Semangat Rasulullah di Era Digital

Kulon Progo, 10 Mei 2025 โ€” Dalam rangkaian kegiatan Latihan Kader Utama (LAKUT) PW IPPNU DIY 2025, Pimpinan Wilayah IPPNU Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar sesi strategis bertema โ€œMedia Dakwah Pelajarโ€. Kegiatan ini menghadirkan pemateri nasional, Muyassarotul Hafidzoh, M.Pd., seorang ibu rumah tangga, penulis novel, sekaligus aktivis perempuan Nahdlatul Ulama.

Pemateri: Ibu Muyassarotul Hafidzoh, M.Pd, 11 Mei 2025

Mengambil Ibrah dari Dakwah Rasulullah

Dalam pemaparannya, Bu Muyassarotul menekankan pentingnya menggali strategi dakwah Rasulullah SAW sebagai fondasi bagi para pelajar dalam menyampaikan risalah Islam. Ia menjelaskan bahwa dakwah Rasul pada masa awal Islam dilakukan dengan pendekatan personal (sirriyah), sabar dalam pembinaan, serta memperhatikan kondisi sosial-politik secara bijak. โ€œRasul berdakwah dengan empati, strategi, dan penuh kesabaranโ€”nilai yang sangat relevan untuk kita pelajari hari ini,โ€ tegasnya.

Dakwah di Era Sekarang: Bertransformasi, Bukan Berubah

Bu Muyassarotul menyoroti bagaimana dakwah kini harus bersaing di tengah derasnya arus digitalisasi, informasi instan, dan konten viral yang seringkali melenceng dari nilai-nilai moral dan agama. Namun demikian, menurut beliau, media bukan musuh dakwah, melainkan alat strategis yang bisa dikuasai oleh para pelajar untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan.

โ€œDakwah sekarang tidak cukup di mimbar atau majelis, tapi harus hadir di layarโ€”melalui konten edukatif, video pendek, podcast, hingga tulisan reflektif di media sosial,โ€ jelasnya. Ia menambahkan bahwa IPPNU memiliki peluang emas untuk menjadi pelaku dakwah digital yang santun, cerdas, dan berkarakter Aswaja.

Dakwah Pelajar IPPNU: Dimulai dari Hal Kecil, Tapi Konsisten

Untuk kader IPPNU, dakwah bukan soal tampil di depan banyak orang, tapi menyebarkan nilai keislaman lewat keteladanan, tulisan, karya, dan konten yang relevan dengan dunia pelajar. Bu Muyassarotul mengajak peserta untuk memulai dari lingkungan sekitarโ€”baik itu sekolah, komunitas, atau media sosial pribadi.

Ia juga menegaskan bahwa peran pelajar dalam dakwah adalah bagian penting dari regenerasi ulama dan kader-kader strategis Nahdlatul Ulama. โ€œKalau bukan kalian yang mengambil peran ini, siapa lagi?โ€ ujarnya dengan semangat.

Tantangan Dakwah Pelajar & Solusinya

Beberapa tantangan yang diidentifikasi dalam forum ini antara lain:

  • Minimnya literasi digital berbasis nilai agama,

  • Pola pikir instan dan budaya viral tanpa verifikasi,

  • Kurangnya kepercayaan diri pelajar untuk berdakwah.

Sebagai solusinya, Bu Muyassarotul mendorong kader IPPNU untuk:
โœ… Menanamkan niat lillahi taโ€™ala,
โœ… Menumbuhkan kebiasaan membaca dan menulis,
โœ… Aktif mengisi ruang digital dengan konten yang mencerahkan,
โœ… Mengikuti pelatihan komunikasi dan literasi media,
โœ… Menjalin sinergi dakwah antar pelajar melalui komunitas dan organisasi.


Peserta kegiatan LAKUT IPPNU DIY 2025 berfoto engan pemateri Dengan semangat โ€œdari pelajar, oleh pelajar, untuk ummatโ€, sesi ini menjadi pengingat bahwa dakwah adalah tanggung jawab bersama, termasuk bagi pelajar. Kegiatan ini diakhiri dengan dialog interaktif, refleksi pribadi peserta, serta penugasan membuat konten dakwah pelajar berbasis digital.

โ€œDakwah hari ini bukan soal suara keras, tapi pesan yang sampai dan membekas. Dan pelajar IPPNU siap menjadi bagian dari itu.โ€ โ€“ Muyassarotul Hafidzoh, M.Pd.


๐Ÿ“ Disusun oleh: kelompok III LAKUT DIY 2025
๐Ÿ“ฑ IG: @pwippnudiy


MITRA JURNALISPRENEUR.ID