Keranjang Anda kosong!

(Jurnalispreneur.id-Bantul) โ Bank Sampah Induk “Taman Resik Lestari” di Kalurahan Tamantirto, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul menjadi sorotan berkat inovasinya mengelola sampah secara mandiri dengan melibatkan peran aktif warga melalui kolaborasi bersama Bumkal Tamantirto, Sanggar Pawuhan, dan komunitas Selaras Ekologi. Gabungan antara sistem pengelolaan sampah yang mengangkat kearifan budaya lokal melalui teknologi tobong tungku (tongtu) dan gerakan sosial ini tidak hanya mengurangi timbunan limbah di lingkungan, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi bagi ratusan keluarga.
Setiap hari, BSI Taman Resik Lestari, mengelola sampah rumah tangga yang telah dipilah kemudian dikelola. Sampah organik diolah menjadi kompos, eco enzim, dan pupuk cair, sedangkan sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan logam dikemas untuk dijual ke industri daur ulang. Hasil penjualan kemudian dikonversi menjadi tabungan nasabah atau dana bersama untuk program lingkungan.
โSebelum ada bank sampah, banyak warga membakar atau membuang sampah sembarangan. Kini, mereka justru antusias โmenabungโ sampah. Bahkan, anak-anak muda di Sanggar Pawuhan turun langsung mengedukasi cara memilah sampah,โ ujar Bu Titik, pengelola Bank Sampah Induk Taman Resik Lestari saat dihubungi oleh Tim Jurnalispreuner 17 Maret 2025.

Sanggar Pawuhan, komunitas yang terdiri dari warga lokal setempat, menjadi tulang punggung gerakan ini. Mereka tidak hanya membantu operasional bank sampah, tetapi juga menggalang kampanye kreatif seperti workshop kerajinan dari sampah plastik dan festival seni daur ulang. โKami ingin membuktikan bahwa sampah bisa jadi sumber inspirasi, bukan masalah,โ kata Rini , Founder Sanggar Pawuhan
Dalam setahun terakhir, bank sampah ini berhasil mengelola 2 ton sampah perhari. Kedepannya, Bank Induk Sampah berencana membangun pusat edukasi pengelolaan sampah terpadu berbasis masyarakat serta memperluas jangkauan ke daerah lain. โKami ingin Kalurahan Tamantirto menjadi contoh Desa berkelanjutan, di mana setiap sampah punya nilai dan setiap warga jadi pahlawan lingkungan,โ tambah Rini.
Inisiatif ini membuktikan bahwa kolaborasi antara lembaga formal dan komunitas lokal mampu menciptakan solusi berkelanjutan. Tak hanya mengelola sampah menjadi berkah, mereka juga menanamkan kesadaran bahwa kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama.(JP-3)
Categories
Recent Posts
- IKAPRIM Bakal Mengudara di RRI Pro 1 Jogja untuk Reuni Nostalgia

- Hakordia 2025 Hadirkan Pameran, Edukasi Dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
- JAFF 2025 Berakhir, Suka Duka Tawa Menjadi Film Penutup
- Komisi Pemberantasan Korupsi Gelar HAKORDIA 2025 di Yogyakarta
- PBMT Maal dan LAZ MKU Jalin Kolaborasi dengan FOSSEI Regional Yogyakarta

Archive
Tags
Akhir Lusono Al-Qurโan Bakpia Jogkem bakso Bangunharjo Bantul BMT buka puasa Desa wisata Dinas Pariwisata Kulon Progo DPS ekosistem ekraf Erik Hidayat Festival Film Film GBMT Geguritan halal HPN 2025 Inovasi INTANI JAFF Jurnalipreneur.id Jurnalispreneur Jurnalispreneur.id kolaborasi Kotamas DIY kriya kuliner Mie lethek Pasar Ngasem Pelatihan jurnalis PINBAS MUI DIY PINBUK Ramadan Ramadhan sanggar pawuhan senam sehat Silaturahmi Tera View Tim Jurnalispreneur.id UGM Umkm Yogyakarta
Social Links
MITRA JURNALISPRENEUR.ID










Tinggalkan Balasan