“Transformasi BMT untuk Indonesia Mandiri: Menguatkan Kelembagaan, Membangun Ekosistem Ekonomi Umat”

Jurnalispreneur.id_Yogyakarta. Lokakarya Nasional BMT 2026 sukses diselenggarakan di Hotel Burza Yogyakarta dengan mengusung tema “Penguatan Kelembagaan dan Transformasi BMT untuk Kemandirian Ekonomi Umat”. Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi para pelaku ekonomi syariah untuk memperkuat peran Baitul Maal wat Tamwil (BMT) dalam menghadapi tantangan zaman, khususnya di era digital dan transformasi kelembagaan.

Acara ini diselenggarakan secara kolaboratif oleh PINBUK, ICMI, Inkopsyah BMT, ABSINDO, Perhimpunan BMT, serta Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia. Dukungan dari berbagai lembaga strategis seperti Sunking, LPDB Koperasi, Food Station, BPDLH, Pusat Investasi Pemerintah, serta CLIK turut memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung penguatan ekosistem BMT di Indonesia.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars BMT, dan Mars Koperasi. Pengantar dari Steering Committee yang disampaikan oleh H. Aslichan Burhan menjadi pembuka arah diskusi, dilanjutkan dengan sambutan Ketua Inkopsyah BMT, H. Abdul Majid Umar.

Puncak acara ditandai dengan keynote speech dari Ferry Juliantono yang disampaikan secara daring dan dihadiri serta disampaikan oleh Sekretaris Kementerian Koperasi RI, Ahmad Zabadi . Dalam paparannya, disampaikan arah kebijakan nasional penguatan koperasi syariah BMT sebagai pilar kemandirian ekonomi umat di era transformasi digital. Mursyida Rambe juga menegaskan pentingnya integrasi peran Baitul Maal dalam meningkatkan daya tahan dan daya saing BMT.

Selain itu, Sholahudin Al Ayubi memaparkan strategi membangun ekosistem koperasi syariah nasional yang berintegritas melalui penguatan peran DSN-MUI, sementara Abdul Majid Umar menekankan bahwa penguatan kelembagaan merupakan fondasi utama dalam mendorong transformasi digital dan kemandirian ekonomi umat.

Salah satu momen penting dalam kegiatan ini adalah penandatanganan nota kerja sama antara Inkopsyah BMT dengan Sunking terkait pengembangan sistem solar panel serta piloting sinergi BMT, sebagai langkah konkret menuju inovasi dan keberlanjutan lembaga keuangan syariah.

Lokakarya ini tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga ajang konsolidasi nasional bagi gerakan BMT. Rangkaian kegiatan lanjutan seperti Rapat Anggota Tahunan (RAT) Inkopsyah BMT, Kongres Nasional ABSINDO, serta kegiatan pendidikan dan pelatihan turut memperkuat agenda besar pengembangan BMT ke depan.

Dengan terselenggaranya Lokakarya Nasional BMT 2026 ini, diharapkan lahir rekomendasi strategis dan langkah nyata dalam memperkuat kelembagaan serta mempercepat transformasi BMT, sehingga mampu menjadi pilar utama dalam mewujudkan kemandirian ekonomi umat yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis nilai-nilai maslahah.

Koordinator Panitia Lokal, Bambang Edi Asmara, dalam hasil wawancara menyampaikan bahwa persiapan kegiatan telah dilakukan secara intensif jauh hari dengan melibatkan berbagai unsur, baik dari komunitas BMT di Daerah Istimewa Yogyakarta maupun relawan pendukung lainnya. Menurutnya, sinergi antar lembaga menjadi kunci utama dalam memastikan kelancaran acara.

Ia menuturkan bahwa panitia lokal tidak hanya berperan dalam aspek teknis pelaksanaan, tetapi juga memastikan bahwa nilai-nilai kolaborasi dan semangat gerakan ekonomi syariah benar-benar terasa selama kegiatan berlangsung. “Kami ingin Lokakarya Nasional ini tidak sekadar menjadi acara seremonial, tetapi menjadi ruang konsolidasi dan pertukaran gagasan yang berdampak nyata bagi penguatan BMT di daerah maupun nasional,” ungkapnya.

Gathering Business seluruh stakeholder yang terdiri dari Sunking, PIP (Pusat Investasi Pemerintah) LPDB (Lembaga Penyalur Dana Bergulir), BPDLH (Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup) CLIK (Lembaga Informasi Keuangan), Food Station yang menyampaikan potensi sinerji dan kolaborasi kepada Insan BMT di Indonesia) (JP_3)


MITRA JURNALISPRENEUR.ID