Keranjang Anda kosong!

Kulon Progo โ Sale pisang, camilan tradisional berbahan dasar pisang yang dikeringkan, semakin populer berkat inovasi dari para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dengan sentuhan modern, sale pisang kini hadir dalam berbagai varian rasa dan kemasan yang lebih menarik, sehingga mampu bersaing di pasar lokal maupun nasional.
Sejak tahun 2020 banyak UMKM di daerah Kulon Progo yang memulai usaha sale pisang dari skala rumahan, memanfaatkan hasil panen pisang lokal yang melimpah. Namun, dengan berkembangnya teknologi dan tren bisnis digital, produk ini kini telah dipasarkan melalui berbagai platform e-commerce.
Menurut Nur Hasanah, inovasi dalam pengolahan dan pemasaran menjadi kunci utama dalam meningkatkan daya saing. โDulu kami hanya menjual sale pisang dalam bentuk tradisional, sekarang kami punya varian sale pisang cokelat, keju, dan madu. Ini membuat anak muda juga tertarik mencoba,โ ujarnya.
Akhir-akhir ini keberadaan UMKM sale pisang tidak hanya menguntungkan pelaku usaha tetapi juga para petani pisang. Permintaan yang terus meningkat membuat harga pisang menjadi lebih stabil, sehingga petani bisa mendapatkan keuntungan lebih besar. Selain itu, usaha ini juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar, terutama dalam proses produksi dan pengemasan.
Salah satu contoh sukses adalah usaha Rizquna, yang kini telah menjangkau pasar luar daerah. โDengan pemasaran yang lebih luas, kami bisa meningkatkan produksi dan memberdayakan lebih banyak pekerja lokal,โ kata pemilik usaha tersebut.
Meskipun berkembang pesat, UMKM sale pisang masih menghadapi berbagai tantangan, seperti persaingan dengan produk industri besar dan fluktuasi harga bahan baku. Oleh karena itu, dukungan dari pemerintah dan komunitas bisnis sangat diperlukan, baik dalam bentuk pelatihan, bantuan modal, maupun akses ke pasar yang lebih luas.
Dengan inovasi yang terus dilakukan dan strategi pemasaran yang lebih modern, UMKM sale pisang memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi industri yang lebih besar. Camilan khas ini tidak hanya menjadi kebanggaan kuliner lokal tetapi juga berpotensi menembus pasar internasional sebagai produk unggulan Indonesia.
Penulis Salma Rochilatul Izdihar
Categories
Recent Posts
- Hari Jadi DIY ke-271: Peran Kalurahan Menjaga Keistimewaan Yogyakarta

- โGali Sejarah Lewat Layar Lebar, Museum History of Java Gelar ‘Sinema Museum Jawa’

- Dompet Dhuafa Yogyakarta Gelar Konser Amal untuk Penyintas Kanker dan Korban Banjir Sumatera

- PT Visindo Perkuat Sinergi Melalui Kajian Intelektual Ramadhan: Fokus pada Kolaborasi Pentahelix dan Resiliensi

- Ketahanan Pangan Desa Bangunharjo: Panen Raya Terong Nasubi, Solusi Sayur Sehat Harga Rakyat

Archive
Tags
Akhir Lusono Bakpia Jogkem bakso Bangunharjo Bantul BMT buka puasa Desa Caturharjo Desa wisata Dinas Pariwisata Kulon Progo DPS ekosistem ekraf Film GBMT Geguritan halal HPN 2025 Iftar Inovasi JAFF jakarta Jurnalipreneur.id Jurnalispreneur Jurnalispreneur.id kolaborasi Kotamas DIY kreatif kriya kuliner Mie lethek museum Pelatihan jurnalis PINBAS MUI DIY PINBUK Ramadan Ramadhan Silaturahmi Tera View Tim Jurnalispreneur.id UGM UMBY Umkm Wirausaha Yogyakarta
Social Links
MITRA JURNALISPRENEUR.ID










Tinggalkan Balasan