Keranjang Anda kosong!


Kulonprogo, (Jurnalispreuner.id) Di tengah geliat usaha kecil menengah, Kelompok Wanita Tani (KWT) “Melati” yang berlokasi di Desa Glagah,Temon, Kulonprogoย menunjukkan kiprah luar biasa dalam mengolah hasil panen cabai menjadi produk bernilai tambah. Tim Jurnalispreuner langsung menuju ke dapur produksi mereka, dimana tempat kreativitas dan semangat kerja keras menjadi fondasi keberhasilan.
Berawal dari melimpahnya hasil panen cabai yang sering kali terbuang akibat fluktuasi harga, KWT ini mulai mengolah cabai menjadi berbagai produk unggulan seperti sambal kemasan, bubuk cabai, dan saus cabai organik. Ketua KWT, Ibu Titin, menyampaikan bahwa inovasi ini berawal dari keresahan anggota kelompok terhadap rendahnya nilai jual cabai segar.

“Kami berpikir, daripada cabai terbuang atau dijual murah, kenapa tidak kami olah saja? Alhamdulillah, produk kami sekarang sudah menembus pasar lokal hingga ke luar kota,bahkan sampai ke luar negeri” ujar Ibu Titinย dengan penuh semangat.
Proses produksi di KWT ini sangat memperhatikan kualitas dan keamanan pangan. Dari pemilihan cabai segar hingga pengemasan, semua dilakukan dengan teliti. Tak hanya itu, KWT “Melati” juga memanfaatkan teknologi sederhana namun efektif untuk memastikan produk mereka memiliki daya tahan yang lama tanpa bahan pengawet.

Selain menghasilkan produk olahan, KWT ini juga memberikan dampak sosial yang besar bagi anggotanya. Sebanyak 20 ibu rumah tangga kini memiliki penghasilan tambahan berkat keterlibatan mereka dalam kegiatan ini. Hal ini menjadi contoh nyata bahwa sektor pertanian dapat menjadi solusi ekonomi kreatif di pedesaan.
Tim Jurnalispreunerย juga menemukan bahwa keberhasilan KWT “Melati” tak lepas dari dukungan berbagai pihak, seperti dinas pertanian setempat dan Program Sosial dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY. Dengan dukungan ini, mereka optimistis akan terus berkembang dan menciptakan inovasi baru.
Melalui usaha ini, KWT “Melati” telah menginspirasi banyak komunitas lain untuk memanfaatkan potensi lokal secara maksimal. Harapannya, keberhasilan ini bisa direplikasi di daerah lain dan menjadi motor penggerak ekonomi desa.ย Dengan semangat dan kerja keras, KWT “Melati” membuktikan bahwa inovasi sederhana bisa membawa perubahan besar. Mari kita dukung produk lokal dan bersama-sama bangkitkan perekonomian pedesaan!
Categories
Recent Posts
- Hari Jadi DIY ke-271: Peran Kalurahan Menjaga Keistimewaan Yogyakarta

- โGali Sejarah Lewat Layar Lebar, Museum History of Java Gelar ‘Sinema Museum Jawa’

- Dompet Dhuafa Yogyakarta Gelar Konser Amal untuk Penyintas Kanker dan Korban Banjir Sumatera

- PT Visindo Perkuat Sinergi Melalui Kajian Intelektual Ramadhan: Fokus pada Kolaborasi Pentahelix dan Resiliensi

- Ketahanan Pangan Desa Bangunharjo: Panen Raya Terong Nasubi, Solusi Sayur Sehat Harga Rakyat

Archive
Tags
Akhir Lusono Bakpia Jogkem bakso Bangunharjo Bantul BMT buka puasa Desa Caturharjo Desa wisata Dinas Pariwisata Kulon Progo DPS ekosistem ekraf Film GBMT Geguritan halal HPN 2025 Iftar Inovasi JAFF jakarta Jurnalipreneur.id Jurnalispreneur Jurnalispreneur.id kolaborasi Kotamas DIY kreatif kriya kuliner Mie lethek museum Pelatihan jurnalis PINBAS MUI DIY PINBUK Ramadan Ramadhan Silaturahmi Tera View Tim Jurnalispreneur.id UGM UMBY Umkm Wirausaha Yogyakarta
Social Links
MITRA JURNALISPRENEUR.ID










Tinggalkan Balasan