BANTUL PAPARKAN “WEAVING THE WORLD FOR HARMONY” PADA SELEKSI NASIONAL TAHAP II UCCN 2027

Jurnalispreneur.id_Jakarta – Kabupaten Bantul kembali menunjukkan keseriusannya untuk menjadi bagian dari UNESCO Creative Cities Network (UCCN) 2027. Dalam Seleksi Nasional Tahap II Pengusulan Nominasi Anggota Jejaring Kota Kreatif UNESCO (UCCN) 2027, Bantul memaparkan gagasan besar bertajuk “Weaving the World for Harmony” di hadapan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Selasa 2 September 2026.

Paparan tersebut menjadi momentum penting bagi Bantul untuk menunjukkan bahwa kekuatan ekonomi kreatif, khususnya subsektor kriya, tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga memiliki kekuatan sebagai medium kebudayaan, pemberdayaan masyarakat, inovasi, serta sarana membangun hubungan antarmasyarakat dan antarbudaya.

Dalam seleksi nasional tersebut, Kabupaten Bantul diwakili oleh empat unsur penting yang merepresentasikan sinergi antara pemerintah, perencana pembangunan, komunitas ekonomi kreatif, dan pelaku kreatif. Tim pemapar Kabupaten Bantul terdiri atas:

Abdul Halim Muslih – Bupati Bantul;

Ir. Fenty Yusdayati, MT – Asisten Perekonomian dan Pembangunan;

Cahyo Bandhono, ST., MT – Anggota Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Bantul; dan

Dony Permana – Pelaku Ekonomi Kreatif Subsektor Kriya.

 

“Weaving the World for Harmony”

Melalui tema “Weaving the World for Harmony”, Bantul membawa pesan bahwa kriya merupakan sebuah proses “menenun” berbagai unsur kehidupan: tradisi dan inovasi, budaya dan ekonomi, masyarakat dan lingkungan, lokal dan global. Kriya Bantul tumbuh dari pengetahuan, keterampilan, kreativitas, dan tradisi yang diwariskan antargenerasi. Namun pada saat yang sama, kriya juga terus berkembang mengikuti perubahan zaman, teknologi, kebutuhan pasar, dan perkembangan industri kreatif global.

Konsep weaving menjadi metafora bagaimana Bantul ingin menghubungkan berbagai kekuatan tersebut menjadi sebuah ekosistem kreatif yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Sementara itu, kata “Harmony” menegaskan cita-cita Bantul untuk menjadikan kreativitas sebagai kekuatan yang mampu menciptakan keseimbangan antara manusia, budaya, ekonomi, dan lingkungan. Dengan demikian, gagasan yang dibawa Bantul tidak semata-mata mengenai produk kriya, tetapi mengenai ekosistem kreatif berbasis budaya yang inklusif, berkelanjutan, kolaboratif, dan memiliki jejaring global.

Pemerintah, Komunitas, dan Pelaku Kreatif Bersinergi

Kehadiran Bupati Bantul dalam paparan tersebut memperlihatkan komitmen pemerintah daerah terhadap pengembangan ekonomi kreatif sebagai bagian penting dari pembangunan daerah. Sementara itu, keterlibatan unsur perencanaan dan perekonomian menunjukkan bahwa pengembangan ekosistem kreatif perlu ditempatkan dalam kerangka pembangunan daerah yang terintegrasi.

Dari sisi ekosistem ekonomi kreatif, kehadiran Komite Ekonomi Kreatif Bantul memperkuat representasi komunitas dan jejaring pelaku kreatif dalam proses pengusulan Bantul menuju UCCN. Sedangkan kehadiran pelaku ekraf kriya memberikan perspektif langsung dari pelaku yang menjalankan kreativitas, produksi, inovasi, dan aktivitas ekonomi di lapangan.

Komposisi tersebut sekaligus memperlihatkan semangat kolaborasi pentahelix, yaitu pemerintah, pelaku usaha, komunitas, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun ekosistem ekonomi kreatif Bantul.

Kriya Bantul: Dari Lokal Menuju Global

Bantul memandang kriya bukan hanya sebagai produk yang diperjualbelikan, tetapi sebagai representasi pengetahuan, identitas, kreativitas, dan nilai budaya masyarakat. Keragaman tradisi dan keterampilan kriya yang berkembang di berbagai wilayah Bantul menjadi modal penting dalam membangun identitas kreatif daerah.

Melalui pengembangan desain, inovasi produk, teknologi digital, peningkatan kapasitas SDM, penguatan kelembagaan, akses pasar, serta jejaring kolaborasi, kriya Bantul memiliki peluang untuk terus berkembang dan menembus pasar yang lebih luas. Dalam konteks UCCN, jejaring internasional dipandang bukan sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai ruang untuk berbagi pengetahuan, membangun kolaborasi, memperluas pasar, serta mempertemukan kreativitas lokal Bantul dengan komunitas kreatif dunia.

Menuju Bantul sebagai Kota Kreatif Dunia

Keikutsertaan Bantul dalam Seleksi Nasional Tahap II UCCN 2027 menjadi bagian dari perjalanan panjang untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif daerah. Bantul ingin menunjukkan bahwa daerah dengan kekuatan budaya dan tradisi dapat berkembang menjadi wilayah kreatif yang modern tanpa kehilangan akar budayanya.

Melalui “Weaving the World for Harmony”, Bantul membawa pesan bahwa kreativitas dapat menjadi jembatan yang mempertemukan manusia, budaya, ekonomi, dan lingkungan. Menjahit kekuatan lokal, menghubungkannya dengan dunia, dan menghadirkan harmoni melalui kreativitas. Inilah semangat Bantul dalam melangkah menuju UNESCO Creative Cities Network 2027.

Bantul Creative – Weaving the World for Harmony.


MITRA JURNALISPRENEUR.ID