“Menjalin Dunia dalam Harmoni”: Bantul Bulatkan Tekad Daftar sebagai City of Craft and Folk Art UCCN 2027

Jurnalispreneur.id_Bantul โ€“ Pemerintah Kabupaten Bantul menegaskan komitmennya untuk mewujudkan cita-cita menjadi bagian dari UNESCO Creative Cities Network (UCCN) 2027 pada bidang Crafts and Folk Art. Ketegasan itu disampaikan Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, saat menerima Tim Borang UCCN Kabupaten Bantul dalam audiensi persiapan seleksi nasional tahap II, di Ruang Kerja Bupati, Rabu (26/8). Pertemuan tersebut mengusung semangat tema “Natural Fiber in Bantul: A Living Craft Ecosystem, Weaving the World for Harmony”.

โ€œKami tidak mengusulkan diri karena kami telah selesai. Kami mengusulkan diri karena kami memiliki fondasi yang kuat, ekosistem yang hidup, dan komitmen untuk tumbuh serta berkontribusi bersama kota-kota dunia,โ€ tegas Bupati Abdul Halim, mengutip semangat yang tertuang dalam dokumen pengajuan Bantul.

Langkah ini merupakan bagian dari proses panjang yang telah dimatangkan. Berdasarkan informasi yang diperoleh, Bantul saat ini menjadi salah satu dari empat kandidat daerah yang bersaing dalam seleksi nasional UCCN 2026, bersama Kota Batu, Kota Padang, dan Kabupaten Sleman . Pada tahun sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bantul telah mengukuhkan 22 anggota Komite Ekonomi Kreatif dan 17 anggota Forum Kreatif sebagai wadah strategis untuk memperkuat ekosistem dan menyusun peta jalan menuju kota kreatif dunia . Bupati Abdul Halim menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan komunitas sebagai kunci keberhasilan .

Bantul mengusung “Natural Fiber Circular Creative Economy” sebagai identitas utama. Bupati menyebut bahwa ekosistem kriya serat alam yang dimiliki Bantul tidak hanya berakar pada tradisi Jawa, tetapi juga telah terbukti sebagai kekuatan ekonomi yang inklusif dan berorientasi global . Data internal mengungkapkan bahwa terdapat 657 Industri Kecil Menengah (IKM) serat alam, meliputi bambu, eceng gondok, pandan, dan pelepah pisang, yang melibatkan lebih dari 45% perempuan sebagai pelaku. Pertumbuhan ekspor anyaman mencapai 45,46% dalam periode 2022-2025, menembus 38 negara dengan nilai USD 6,71 juta.

Sebelumnya, Bupati Halim juga telah menyoroti tantangan utama, yaitu regenerasi perajin, inovasi desain, dan keberlanjutan bahan baku. Hal ini diatasi dengan merancang program-program unggulan seperti Natural Fiber Creative Living Lab dan Circular Craft & Green Creative Economy. Melalui jalur UCCN, Bantul berkomitmen untuk tidak hanya bergabung dalam jaringan, tetapi juga berkontribusi melalui pengetahuan (knowledge), kerja sama (cooperation), dan inovasi (innovation) di tingkat global.(JP_3)

 


MITRA JURNALISPRENEUR.ID