Keranjang Anda kosong!

Yogyakarta_Jurnalispreneur.id โ Komitmen pengembangan sektor pariwisata berbasis nilai halal dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa terus diperkuat melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara AITTA (Alliance of the Indonesian Tour & Travel Agencies), ABDSI DIY (Asosiasi Business Development Service DIY), dan LP3H EWI (Lembaga Pendamping Proses Produk Halal Edukasi Wakaf Indonesia), yang dilaksanakan pada 7 Mei 2026 di Kampung Mataraman.
Penandatanganan kerja sama ini diwakili oleh Fransiskus Ogi, Edy Risdiyanto, dan Mufassir bersama jajaran pengurus dari ketiga lembaga sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam mendorong pengembangan wisata ramah muslim di Daerah Istimewa Yogyakarta maupun Indonesia secara lebih luas.
Kolaborasi strategis ini difokuskan pada penguatan sektor pariwisata berbasis nilai halal, peningkatan kualitas pelayanan destinasi wisata, pengembangan kapasitas pelaku usaha, serta penguatan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan. Melalui kerja sama tersebut, ketiga lembaga bersepakat untuk membangun ekosistem halal tourism yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan wisatawan muslim, namun juga menghadirkan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat lokal.
Suasana penandatanganan berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Para peserta menyampaikan optimisme bahwa kolaborasi ini dapat menjadi langkah nyata dalam memperkuat daya saing destinasi wisata berbasis budaya, kearifan lokal, dan prinsip-prinsip halal yang inklusif.

Kegiatan ini juga dihadiri secara daring oleh Coach Wulan yang memberikan motivasi dan dukungan terhadap penguatan ekosistem halal tourism di Yogyakarta dan Indonesia. Dalam sambutannya, Coach Wulan menekankan pentingnya kolaborasi antar lembaga dan masyarakat dalam menciptakan destinasi wisata yang berkualitas, ramah, dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, panitia juga memberikan Piagam Apresiasi โGolden Ticketโ kepada Desa Wotawati, Desa Potorono, dan Outbond Center Banyu Sumilir sebagai bagian dari pilot project pengembangan Wisata Ramah Muslim.
Pemberian apresiasi tersebut diharapkan mampu menjadi pemicu semangat bagi desa wisata dan pelaku usaha lainnya untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperhatikan standar halal, serta mengembangkan potensi wisata berbasis budaya dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Melalui langkah kolaboratif ini, Yogyakarta diharapkan semakin siap menjadi salah satu pusat pengembangan wisata ramah muslim yang unggul, inklusif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.(JP_3)
Categories
Recent Posts
- Festival Kebudayaan Yogyakarta 2026 Resmi Ditutup

- Pengurus DPD Partai Hanura DIY Periode 2026โ2031 Resmi Dilantik
- Resmi Dibuka, Festival Kebudayaan Yogyakarta 2026 Angkat Tajuk “Aksara”
- Olimpiade Jaringan MikroTik 2026 Kembali Digelar, Sasar Siswa SMK TKJ dan SIJA

- DPS Bersertifikat, BMT Lebih Bermartabat Menjaga Kepatuhan Syariah, Merawat Kepercayaan Jamaah

Archive
- September 2026
- Agustus 2026
- Juli 2026
- Juni 2026
- Mei 2026
- April 2026
- Maret 2026
- Februari 2026
- Januari 2026
- Desember 2025
- November 2025
- Oktober 2025
- September 2025
- Agustus 2025
- Juli 2025
- Juni 2025
- Mei 2025
- April 2025
- Maret 2025
- Februari 2025
- Januari 2025
- Desember 2024
- November 2024
- Januari 2024
- Juli 2023
- Maret 2023
- Januari 2023
- Desember 2022
- Oktober 2022
Tags
#FKY #Kebudayaan #Pameran #seni Akhir Lusono Bakpia Jogkem Bangunharjo Bantul BMT buka puasa Desa wisata DPS ekonomi kreatif ekosistem ekraf Film Geguritan Iftar Inovasi JAFF Jurnalipreneur.id Jurnalispreneur Jurnalispreneur.id KDMP kolaborasi kota kreatif kreatif kriya kuliner Mie lethek museum Pelatihan jurnalis PINBAS MUI DIY PINBUK Ramadan Ramadhan Silaturahmi TBC Tera View Tim Jurnalispreneur.id UCCN UGM UMBY Umkm Yogyakarta
Social Links
MITRA JURNALISPRENEUR.ID










Tinggalkan Balasan