Keranjang Anda kosong!

(Jurnalispreneur.id. Bantul) โ Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul menggelar kegiatan Paparan Laporan Antara Identifikasi dan Pendataan 17 Subsektor Ekonomi Kreatif pada Selasa (30/9), bertempat di Ruang Rapat Dinas Pariwisata. Acara ini menghadirkan perwakilan perangkat daerah, kapanewon, komunitas kreatif, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap kemajuan ekonomi kreatif di wilayah Bantul.
Paparan disampaikan oleh tim penyusun dari PT Visi Indonesia Mandiri Berkemajuan (Visindo) yang sejak beberapa bulan terakhir melakukan proses identifikasi dan pendataan pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Bantul. Proses ini mencakup seluruh 17 subsektor ekonomi kreatif, seperti kuliner, kriya, fashion, musik, film, aplikasi, hingga sektor berbasis budaya lokal.ย Metode yang digunakan dalam pendataan ini meliputi survei, observasi lapangan, wawancara mendalam, serta analisis SWOT. Pelaku ekonomi kreatif yang terlibat berasal dari berbagai elemen, mulai dari desa, asosiasi, komunitas, hingga jejaring perguruan tinggi.

Dari hasil sementara yang dipaparkan, muncul sejumlah tren strategis yang menjadi sorotan dalam pengembangan ekonomi kreatif di Bantul, antara lain: Local is the New Luxury, menyoroti pentingnya produk dan budaya lokal yang dikemas dengan standar global, menjadikan kekayaan lokal sebagai komoditas unggulan.ย Kemudian Experiential Culinary, engembangan kuliner yang tidak hanya memanjakan lidah, namun juga menyajikan pengalaman budaya yang khas Bantul.ย Lalu Revolusi Mode Berkelanjutan, Tren fashion yang berfokus pada keberlanjutan, penggunaan bahan ramah lingkungan, dan menjawab gaya hidup masa depan yang lebih sadar lingkungan.
Dalam sambutannya, Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Sumber Daya Pariwisata, Suharno, M.Pd, yang mewakili Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, menegaskan bahwa hasil identifikasi ini menjadi fondasi penting dalam perumusan kebijakan pengembangan ekonomi kreatif di Bantul.ย โData ini akan menjadi referensi strategis untuk menyusun kebijakan dan rekomendasi penguatan ekosistem ekonomi kreatif, serta memberi arah bagi para pelaku usaha dalam membaca potensi dan tantangan yang ada di lapangan,โ jelas Suharno.

Selain menyoroti tren, laporan ini juga memetakan sebaran pelaku ekonomi kreatif di 17 kapanewon yang ada di Bantul, lengkap dengan potensi unggulan di tingkat kalurahan. Proses pendataan akan terus dilanjutkan hingga menghasilkan laporan akhir berbentuk Buku Profil Ekonomi Kreatif Kabupaten Bantul 2025.ย Melalui kegiatan ini, Dinas Pariwisata Bantul menegaskan komitmennya dalam menjadikan Bantul sebagai kabupaten kreatif yang berbasis kolaborasi, inovasi, dan pemberdayaan potensi lokal. (JP-3)
Categories
Recent Posts
- Kolaborasi Strategis Perkuat Wisata Ramah Muslim di Yogyakarta

- Jogja Second Fest 11 Siap Guncang Piramid, Hadirkan Puluhan Komunitas dan Musisi Urban

- Silaturahmi DPP ABDSI dan DPW ABDSI DIY Perkuat Kolaborasi Pendamping UMKM

- Pembukaan Pameran Seni Rupa Perempuan 2026 โFimela Energiโ Berlangsung Meriah di ISI Sewon

- Akselerasi Kualitas SDM Koperasi, PINBUK Gelar Training of Trainer (ToT) Perkoperasian Nasional

Archive
- Mei 2026
- April 2026
- Maret 2026
- Februari 2026
- Januari 2026
- Desember 2025
- November 2025
- Oktober 2025
- September 2025
- Agustus 2025
- Juli 2025
- Juni 2025
- Mei 2025
- April 2025
- Maret 2025
- Februari 2025
- Januari 2025
- Desember 2024
- November 2024
- Januari 2024
- Juli 2023
- Maret 2023
- Januari 2023
- Desember 2022
- Oktober 2022
Tags
#Pameran #seni Akhir Lusono Bakpia Jogkem Bangunharjo Bantul BMT buka puasa Desa Caturharjo Desa wisata Dinas Pariwisata Kulon Progo DPS ekonomi kreatif ekosistem ekraf Film Geguritan halal HPN 2025 Iftar Inovasi JAFF Jurnalipreneur.id Jurnalispreneur Jurnalispreneur.id KDMP kolaborasi Kotamas DIY kreatif kriya kuliner Mie lethek museum Pelatihan jurnalis PINBAS MUI DIY PINBUK Ramadan Ramadhan Silaturahmi Tera View Tim Jurnalispreneur.id UGM UMBY Umkm Yogyakarta
Social Links
MITRA JURNALISPRENEUR.ID










Tinggalkan Balasan