Bupati Bantul Tegaskan Komitmen Menuju UCCN 2027, Natural Fiber Craft Jadi Andalan Kota Kreatif Dunia

Jurnalispreneur.id_Bantulย โ€“ Pemerintah Kabupaten Bantul menegaskan komitmennya untuk mengikuti seleksi nasional UNESCO Creative Cities Network (UCCN) 2027ย pada kategori Crafts and Folk Artย dengan mengusung tema Natural Fiber Craftย sebagai identitas utama ekonomi kreatif daerah. Komitmen tersebut disampaikan Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, saat menerima Tim Borang Road to City of Craft and Folk Art UCCN 2027ย bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) dan para pemangku kepentingan ekonomi kreatif Kabupaten Bantul.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Tim Borang yang terdiri atas RM. Cahyo Bandhono, Arif Suharson, Sri Rejeki, dan Azfa Pabulo, didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Bantul Ir. Fenty Yusdayati, M.T., Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Dra. Sri Nuryanti, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP), Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepala DPMPTSP, serta berbagai unsur komunitas, akademisi, asosiasi profesi, dan pelaku usaha yang tergabung dalam ekosistem ekonomi kreatif Kabupaten Bantul. Forum tersebut menjadi bagian dari penguatan koordinasi lintas sektor dalam penyusunan dossier pengajuan Bantul menuju UNESCO Creative Cities Network 2027.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bantul menegaskan bahwa pengajuan Bantul menuju jejaring kota kreatif UNESCO merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing daerah melalui kekuatan budaya, kreativitas, dan inovasi masyarakat.

“Bantul memiliki modal yang sangat kuat untuk menjadi bagian dari UNESCO Creative Cities Network. Kita mempunyai kekayaan budaya, sentra-sentra kerajinan, para perajin yang tangguh, serta kolaborasi yang semakin solid. Momentum ini harus kita manfaatkan untuk memperkenalkan Bantul sebagai pusat kerajinan berbasis serat alam kepada dunia,”ย ujar Bupati Bantul.

Menurut Bupati, keikutsertaan Bantul dalam seleksi UCCN bukan semata-mata mengejar pengakuan internasional, tetapi merupakan upaya memperkuat ekonomi kreatif, membuka peluang pasar global, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjaga keberlanjutan warisan budaya lokal melalui inovasi yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.

Tema Natural Fiber Craftย dipilih karena dinilai paling merepresentasikan identitas Kabupaten Bantul. Berbagai produk kriya berbahan bambu, pandan, mendong, enceng gondok, pelepah pisang, dan serat alam lainnya telah berkembang menjadi produk unggulan yang memiliki daya saing tinggi di pasar nasional maupun internasional. Kesepakatan mengusung tema tersebut juga didasarkan pada besarnya dampak ekonomi yang dihasilkan sektor kerajinan berbasis serat alam bagi masyarakat Bantul.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Bantul, Ir. Fenty Yusdayati, M.T., saat ditemui Tim Jurnalispreneur pada hari Jumat 31 Juli 2026 menjelaskan bahwa proses penyusunan borang UCCN dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan agar pengajuan Bantul benar-benar mencerminkan kekuatan ekosistem ekonomi kreatif yang dimiliki daerah.

Menurut Fenty, semangat kolaborasi tersebut juga akan ditunjukkan kepada masyarakat melalui Bantul Creative Expo 2026ย yang akan diselenggarakan pada 1โ€“9 Agustus 2026 di Stadion Sultan Agung Bantul. Pameran ini menjadi salah satu etalase terbesar bagi produk-produk ekonomi kreatif Bantul sekaligus memperlihatkan kesiapan daerah dalam membangun ekosistem Crafts and Folk Artย berbasis Natural Fiber Craft.

“Bantul Creative Expo bukan sekadar pameran produk. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, komunitas, akademisi, dan masyarakat untuk menunjukkan bahwa Bantul memiliki ekosistem ekonomi kreatif yang kuat dan layak bersaing di tingkat dunia,”ย ujar Fenty.

Berdasarkan draft dossier UCCN 2027, Kabupaten Bantul memiliki fondasi yang kuat untuk mengikuti seleksi nasional. Daerah ini didukung ribuan pelaku usaha kriya, puluhan sentra industri, desa budaya, desa wisata, serta produk kerajinan yang telah dipasarkan ke berbagai negara. Keunggulan tersebut menjadi modal utama dalam mewujudkan visi Bantul sebagai kota kreatif dunia yang bertumpu pada keberlanjutan budaya, inovasi, dan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Bantul optimistis, melalui sinergi antara pemerintah, akademisi, komunitas, pelaku usaha, media, dan masyarakat, Bantul mampu menjadi salah satu daerah yang mewakili Indonesia pada seleksi UNESCO Creative Cities Network (UCCN) 2027ย bidang Crafts and Folk Art, sekaligus memperkuat posisi Bantul sebagai pusat pengembangan kerajinan berbasis serat alam yang berdaya saing global. (JP_3)

 


MITRA JURNALISPRENEUR.ID