Keranjang Anda kosong!

BANTUL โ Di bawah naungan atap balai desa yang sejuk, atmosfer penuh optimisme menyeruak. Bagi 186 anggota Koperasi Desa Mandiri Pangan (KDMP) Bangunharjo, hari itu bukan sekadar pertemuan formal biasa. Rapat Anggota Tahunan (RAT) perdana yang digelar bukan hanya soal angka dan laporan pertanggungjawaban, melainkan sebuah proklamasi kemandirian ekonomi dari akar rumput.
Sebagai sebuah organisasi yang baru seumur jagung, RAT pertama ini menjadi tonggak sejarah. Ia adalah cermin dari perjalanan panjang warga Bangunharjo dalam membangun wadah ekonomi bersama di tengah tantangan zaman.โDari Sembako hingga Pupuk: Melayani Kebutuhan Akar Rumputโ
Manajer KDMP Bangunharjo, Yeri Widanarto, berdiri di depan peserta RAT: Dalam laporannya, ia memaparkan progres yang melampaui ekspektasi untuk sebuah koperasi tahap awal. Saat ini, KDMP Bangunharjo telah menggerakkan roda ekonomi melalui tiga lini utama:
Warung Sembako: Memastikan ketahanan pangan rumah tangga anggota.
Penjualan Pupuk: Menjadi nafas bagi para petani lokal.
Distribusi Gas: Memenuhi kebutuhan energi harian warga.
“Meski masih awal, partisipasi anggota adalah mesin utama kami. Kami tidak hanya bicara soal bisnis, tapi soal bagaimana setiap anggota merasa memiliki (sense of belonging)ย terhadap koperasi ini,” ujar Yeri.
Dukungan Literasi dan Tata Kelola Profesional
Lurah Bangunharjo, Nur Hidayat, melihat fenomena ini sebagai langkah besar menuju desa yang berdikari. Baginya, koperasi adalah jantung ekonomi kerakyatan. Ia berharap KDMP tidak hanya menjadi tempat bertransaksi, tapi menjadi simpul kekuatan sosial.
“Koperasi harus menjadi penggerak ekonomi lokal yang berbasis kebersamaan. Ini adalah identitas kita,” tegas Nur Hidayat di sela-sela sambutannya.
Namun, semangat saja tidak cukup. Menyadari hal itu, perwakilan dari Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Bantul, Rama Trisuladana, hadir memberikan “jamu” penguat. Ia menekankan pentingnya profesionalisme di balik semangat kekeluargaan.
Transparansi: Menjadi kunci kepercayaan anggota.
Akuntabilitas: Dasar dari keberlanjutan lembaga.
Inovasi: Strategi agar koperasi tidak tergilas persaingan modern.

Menatap Masa Depan
RAT pertama ini ditutup dengan diskusi hangat antar anggota. Ada harapan besar yang tersampir di pundak para pengurus. Dengan jumlah anggota aktif mencapai 180 orang, KDMP Bangunharjo kini bukan lagi sekadar eksperimen sosial, melainkan entitas bisnis yang diperhitungkan di tingkat desa.
Seiring berakhirnya acara, para anggota pulang tidak hanya membawa hasil keputusan rapat, tapi juga keyakinan baru: bahwa dari tangan-tangan warga desa, sebuah kemandirian pangan dan ekonomi bisa benar-benar diwujudkan. KDMP Bangunharjo kini telah resmi “lepas landas”, siap terbang lebih tinggi menjadi mercusuar bagi koperasi-koperasi lain di Bumi Projotamansari. (JP_3)
Kontributor : Azfa Pabulo
Editor : Agus Susanto
Dokumentasi : Tim KDMP Bangunharjo
Categories
Recent Posts
- Dukung Eliminasi TBC, Bupati Gunungkidul Tinjau ACF
- TBC di Indonesia Peringkat Dua Dunia, Pakar: 12-14 Orang Meninggal Tiap Jam
- Langkah Perdana KDMP Bangunharjo: Merajut Kemandirian dari Desa

RAT KDMP Bangunharjo - Yogyakarta Siap Jadi Tuan Rumah Lokakarya Nasional BMT Indonesia 2026

- Menebar Berkah Ramadhan: YAIP Targetkan Umat Melalui 6 Program Unggulan

Archive
Tags
Akhir Lusono Bakpia Jogkem bakso Bangunharjo Bantul BMT buka puasa Desa Caturharjo Desa wisata Dinas Pariwisata Kulon Progo DPS ekosistem ekraf Film GBMT Geguritan halal HPN 2025 Iftar Inovasi JAFF jakarta Jurnalipreneur.id Jurnalispreneur Jurnalispreneur.id kolaborasi Kotamas DIY kreatif kriya kuliner Mie lethek museum Pelatihan jurnalis PINBAS MUI DIY PINBUK Ramadan Ramadhan Silaturahmi Tera View Tim Jurnalispreneur.id UGM UMBY Umkm Wirausaha Yogyakarta
Social Links
MITRA JURNALISPRENEUR.ID










Tinggalkan Balasan