Keranjang Anda kosong!

(Jurnalispreneur.id, Kulon Progo) โ Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati terus menunjukkan kiprah nyata dalam pengembangan ekonomi lokal berbasis pemberdayaan perempuan melalui inovasi olahan hasil pertanian, khususnya cabai. Berlokasi di wilayah pesisir selatan Kabupaten Kulon Progo, KWT Melati tumbuh dan berkembang sebagai kelompok usaha perempuan yang konsisten mengolah potensi lokal menjadi produk pangan bernilai tambah.
Berdasarkan hasil wawancara dengan Ketua KWT Melati, Titin, pada Senin, 30 Desember 2025, kelompok ini berawal dari proses pembinaan dan pelatihan yang difasilitasi oleh Dinas Pertanian Kabupaten Kulon Progo.ย Perkembangan signifikan mulai dirasakan setelah KWT Melati mendapatkan pendampingan dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (KPwBI DIY), khususnya dalam pengembangan inovasi olahan cabai.ย โMelalui pendampingan tersebut, kami mendapatkan penguatan kapasitas kelompok, pengelolaan usaha, hingga pengembangan produk olahan cabai yang berkelanjutan,โ ujar Titin.
Seiring waktu, KWT Melati berkembang menjadi kelompok yang mandiri dan inovatif. Berbekal pengalaman panjang dalam budidaya cabai, penanganan pascapanen, proses produksi, hingga pemasaran, KWT Melati aktif mengikuti berbagai kegiatan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, studi banding, serta penguatan jejaring kemitraan dengan petani dan pemangku kepentingan lainnya.
Pendampingan dari KPwBI DIY menjadi fondasi penting dalam membangun tata kelola usaha yang lebih profesional dan berdaya saing.ย Hasil dari proses pembinaan tersebut tercermin pada beragam produk unggulan KWT Melati yang dipasarkan dengan merek Nyoss Cabe.ย Produk yang dihasilkan meliputi Abon Cabe (Original, Teri, dan Terasi), Sambal Segar aneka varian seperti Original, Teri, Cumi, dan Roa, Sirup Cabe Nyoss, Saos Cabe, Cabe Kering Murni, serta aneka camilan khas seperti Crispy Undur-Undur dan Caping Peanut Chips. Seluruh produk diolah dari bahan baku pilihan, melalui proses yang higienis, serta mempertahankan cita rasa autentik khas olahan cabai nusantara.

Pengembangan usaha KWT Melati tidak hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan anggota, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat sekitar, kemitraan dengan petani lokal, serta keberlanjutan lingkungan.ย โKWT Melati berupaya menjadi wadah bagi perempuan desa untuk terus belajar, berinovasi, dan berkontribusi dalam penguatan ekonomi keluarga dan desa,โ tambah Titin.
Ke depan, KWT Melati berharap dapat terus memperluas jejaring pemasaran dan kemitraan, sekaligus menghadirkan produk olahan cabai berkualitas yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas.ย Dengan dukungan berkelanjutan dari Dinas Pertanian Kabupaten Kulon Progo, KPwBI DIY, serta berbagai pihak lainnya, KWT Melati optimistis dapat menjadi contoh sukses pengembangan usaha perempuan desa berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.(JP_3)
Kontributor : Azfa Pabulo
Editor : Agus Susanto
Dokumentasi : Tim KWT Melati
Categories
Recent Posts
- Pelaku UMKM, Koperasi, dan Perusahaan Didorong Tertib Pajak, SPT Tahunan PPh Badan Batas Akhir 30 April

- Sambut Tahun Baru, Swara Prambanan Gelar Festival Musik dan Budaya
- KWT Melati Kembangkan Inovasi Olahan Cabai Lokal Berbasis Pemberdayaan Perempuan

Galery Produk Olahan Cabai (Dokumentasi KWT Melati) - Jogja: Lebih dari Sekadar Kota, Sebuah Filosofi Hidup

- Nikayu Hadirkan Produk Kerajinan Kayu Estetis dan Fungsional dari Bangunharjo

Archive
Tags
Akhir Lusono Al-Qurโan Bakpia Jogkem bakso Bangunharjo BMT Desa wisata Dinas Pariwisata Kulon Progo DPS ekosistem ekraf Erik Hidayat Festival Film Film Geguritan halal HPN 2025 IKAPRIM Inkubator Bisnis UMBY Inovasi INTANI JAFF Jurnalipreneur.id Jurnalispreneur Jurnalispreneur.id kolaborasi Kotamas DIY kreatif kuliner organik Pasar Ngasem Pelatihan jurnalis pendampingan PINBAS MUI DIY PINBUK Ramadan Ramadhan Silaturahmi Tera View Tim Jurnalispreneur.id UGM UMBY Umkm Wirausaha Yogyakarta
Social Links
MITRA JURNALISPRENEUR.ID










Tinggalkan Balasan