Keranjang Anda kosong!

(Jurnalispreneur.id, Bantul) – Dunadi, seniman pematung asal Bantul yang telah malang melintang di dunia seni rupa lebih dari empat dekade, kembali menunjukkan komitmennya dalam memajukan seni patung Indonesia. Melalui Studio Satiaji Sculpture & Artwork, ia tidak hanya memproduksi karya-karya monumental berskala nasional dan internasional, tetapi juga membangun ekosistem seni tiga dimensi yang menyentuh banyak lapisan masyarakat kreatif.
Sebagai pendiri dan pemilik Studio Satiaji Sculpture & Artwork, Dunadi telah mengembangkan studionya sebagai salah satu perusahaan terkemuka di bidang produksi patung monumental, ornamen arsitektural, dan karya seni tiga dimensi berbasis logam maupun material lainnya. Di tangan Dunadi, berbagai karya lahir dan kemudian menghiasi ruang publik di berbagai kota di Indonesia hingga mancanegara.
Portofolionya mencakup karya-karya monumental bergengsi, antara lain Monumen Garuda, SoekarnoโHatta di Ibu Kota Nusantara (IKN), Monumen Jenderal Hoegeng di Pekalongan, Monumen Pangsar Jenderal Soedirman di Tangerang, Monumen G20 di Denpasar, hingga karya-karya yang tersebar di luar negeri seperti di Taman Indonesia โ Darwin, Australia, Kementerian Pertahanan Jepang โ Tokyo, Seoul, Korea Selatan, serta Konsulat Jenderal RI โ Davao City, Filipina. Deretan karya ini menegaskan kualitas dan reputasi Dunadi sebagai pematung yang diperhitungkan di dunia internasional.
Di luar aktivitas berkarya, Dunadi juga mengemban berbagai peran strategis dalam organisasi seni. Ia kini menjabat sebagai Ketua Forum Senirupa Kabupaten Bantul serta Wakil Ketua Forum Kreatif Bantul (Bantul Creative Forum). Selain itu, ia aktif dalam berbagai komunitas seperti IKASSRI, ASKRINA, serta jejaring seni rupa di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.ย Keterlibatan luas ini menunjukkan dedikasinya untuk memperkuat ekosistem seni rupa dan ekonomi kreatif di Bantul dan Yogyakarta. Dunadi bukan hanya seorang seniman, tetapi juga fasilitator dan penggerak komunitas.
Saat ditemui tim Jurnalipreneur.id di Studio Satiaji Sculpture & Artwork pada Kamis, 11 Desember 2025, Dunadi menegaskan bahwa industri seni tiga dimensi kini harus semakin mandiri dan adaptif menghadapi persaingan global. Karena itu, selain memperkuat kualitas produksi karya seni, ia mulai mengembangkan lini usaha baru yang terhubung dengan sektor pariwisata dan kebudayaan.
โKami berharap studio ini tidak hanya menjadi produsen karya patung, tetapi juga ruang berkembangnya kreativitas, kolaborasi, dan edukasi. Industri seni harus mampu menjawab tuntutan zaman,โ ujar Dunadi.ย Salah satu langkah strategis yang diwujudkan Dunadi adalah Pendhapa Art Space, sebuah ruang kreatif yang diproyeksikan sebagai pusat kegiatan seni dan budaya di Bantul. Dirancang sebagai venue serbaguna, Pendhapa Art Space menyediakan ruang bagi seniman, mahasiswa, kurator, hingga masyarakat umum untuk berkarya, berkolaborasi, serta menyelenggarakan berbagai kegiatan kreatif.
Fasilitas utama Pendhapa Art Space meliputi ruang pameran, area workshop, ruang seminar, fasilitas edukasi seni, hingga panggung untuk pertunjukan kreatif. Tidak berhenti di situ, tempat ini juga dilengkapi guest house berfasilitas lengkap untuk mendukung program residensi seniman, magang seni (art apprentice), hingga kunjungan tenaga ahli dan narasumber dari berbagai daerah maupun luar negeri.ย Kehadiran Pendhapa Art Space diharapkan mampu memperkuat jaringan dan mobilitas para pelaku seni sekaligus membawa dampak ekonomi kreatif bagi Kabupaten Bantul.
Melalui dua pilar utama, Studio Satiaji Sculpture & Artwork dan Pendhapa Art Space, Dunadi terus memperluas kontribusinya dalam membangun ruang kreatif yang inklusif, modern, dan berkelanjutan. Dengan pengalaman lebih dari 40 tahun serta jejaring global yang luas, Dunadi hadir sebagai salah satu tokoh penting dalam perkembangan seni rupa, kriya tiga dimensi, dan kreativitas di Bantul serta Daerah Istimewa Yogyakarta.
Upayanya tidak hanya melahirkan karya monumental, tetapi juga membangun lingkungan yang memungkinkan munculnya generasi baru seniman yang kreatif, adaptif, dan siap bersaing di kancah internasional. (JP_3)



Kontributor : Azfa, Editor : Agus Susanto, Dokumentasi : Tim KEK Kab Bantul
Categories
Recent Posts
- Pelaku UMKM, Koperasi, dan Perusahaan Didorong Tertib Pajak, SPT Tahunan PPh Badan Batas Akhir 30 April

- Sambut Tahun Baru, Swara Prambanan Gelar Festival Musik dan Budaya
- KWT Melati Kembangkan Inovasi Olahan Cabai Lokal Berbasis Pemberdayaan Perempuan

- Jogja: Lebih dari Sekadar Kota, Sebuah Filosofi Hidup

- Nikayu Hadirkan Produk Kerajinan Kayu Estetis dan Fungsional dari Bangunharjo

Archive
Tags
Akhir Lusono Al-Qurโan Bakpia Jogkem bakso Bangunharjo BMT Desa wisata Dinas Pariwisata Kulon Progo DPS ekosistem ekraf Erik Hidayat Festival Film Film Geguritan halal HPN 2025 IKAPRIM Inkubator Bisnis UMBY Inovasi INTANI JAFF Jurnalipreneur.id Jurnalispreneur Jurnalispreneur.id kolaborasi Kotamas DIY kreatif kuliner organik Pasar Ngasem Pelatihan jurnalis pendampingan PINBAS MUI DIY PINBUK Ramadan Ramadhan Silaturahmi Tera View Tim Jurnalispreneur.id UGM UMBY Umkm Wirausaha Yogyakarta
Social Links
MITRA JURNALISPRENEUR.ID










Tinggalkan Balasan