Mukjizat Al-Qur’an dalam Perspektif Syariat Islam

(Jurnalispreneur.id, Yogyakarta) – Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ melalui perantaraan Malaikat Jibril. Kitab ini bukan hanya sebagai pedoman hidup, tetapi juga merupakan mukjizat terbesar yang Allah berikan kepada Rasul-Nya. Mukjizat adalah sesuatu yang luar biasa yang tidak bisa ditandingi oleh manusia, dan dalam konteks Islam, mukjizat adalah bukti kenabian yang diberikan oleh Allah kepada para rasul-Nya.

Dalam syariat Islam, mukjizat adalah kejadian luar biasa yang tidak dapat ditiru oleh manusia atau jin dan diberikan kepada para nabi untuk membuktikan kebenaran risalah mereka. Mukjizat berbeda dari sihir karena mukjizat datang dari Allah, sedangkan sihir adalah tipu daya yang bisa dipelajari oleh manusia.

Al-Qur’an sebagai mukjizat memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari mukjizat lainnya, seperti mukjizat para nabi sebelumnya yang bersifat fisik dan hanya berlaku di zaman tertentu. Al-Qur’an adalah mukjizat yang bersifat abadi hingga akhir zaman.

Mukjizat Al-Qur’an Menurut Syariat Islam, Pertama: Keindahan dan Kemukjizatan Bahasa, Al-Qur’an memiliki gaya bahasa yang luar biasa yang tidak dapat ditandingi oleh para penyair dan ahli bahasa Arab pada zamannya. Keindahan bahasa Al-Qur’an membuat banyak orang Arab Quraisy yang terkenal dengan kefasihan mereka mengakui keistimewaannya. Allah menantang manusia untuk membuat satu surah saja yang serupa dengan Al-Qur’an, tetapi hingga kini tidak ada yang mampu melakukannya:

“Katakanlah: ‘Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa dengan Al-Qur’an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya, sekalipun sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain’.” (QS. Al-Isra: 88)

Kedua, Kebenaran Ilmiah dalam Al-Qur’an, meskipun Al-Qur’an bukan buku sains, banyak ayatnya yang mengandung fakta ilmiah yang baru ditemukan oleh para ilmuwan modern. Beberapa contoh mukjizat ilmiah dalam Al-Qur’an antara lain: Proses Penciptaan Manusia, Al-Qur’an menjelaskan proses perkembangan janin dalam rahim secara rinci dalam QS. Al-Mu’minun: 12-14, yang baru diketahui secara ilmiah melalui teknologi modern.

Kemudian, Ekspansi Alam Semesta, Dalam QS. Adz-Dzariyat: 47, Allah berfirman bahwa langit (alam semesta) terus mengembang, yang kemudian dikonfirmasi oleh teori Big Bang dan ekspansi alam semesta oleh para ilmuwan.

Ketiga, Ketepatan Sejarah dalam Al-Qur’an, Al-Qur’an menyebutkan kisah-kisah umat terdahulu dengan akurasi sejarah yang luar biasa. Salah satu contohnya adalah kisah Fir’aun yang tenggelam di Laut Merah. Dalam QS. Yunus: 92, Allah berfirman bahwa jasad Fir’aun akan diselamatkan sebagai tanda bagi generasi setelahnya. Fakta ini terbukti ketika mumi Fir’aun ditemukan dalam keadaan utuh di Mesir.

Keempat, Al-Qur’an Terpelihara dari Perubahan, Allah sendiri yang menjaga kemurnian Al-Qur’an sebagaimana dalam firman-Nya:

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur’an, dan pasti Kami (pula) yang akan menjaganya.” (QS. Al-Hijr: 9)

Berbeda dengan kitab-kitab sebelumnya yang mengalami perubahan dan penyimpangan, Al-Qur’an tetap dalam bentuk aslinya sejak diturunkan hingga hari ini, meskipun telah berlalu lebih dari 1400 tahun.

Al-Qur’an adalah mukjizat terbesar dalam Islam yang berlaku sepanjang masa. Mukjizatnya tidak hanya terbatas pada keindahan bahasanya, tetapi juga mencakup aspek ilmiah, sejarah, serta keabadiannya yang tidak berubah sedikit pun. Sebagai umat Islam, kita wajib menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan meyakini bahwa ia adalah firman Allah yang penuh dengan petunjuk dan kebenaran.

Semoga kita semua selalu diberi hidayah oleh Allah untuk memahami dan mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Aamiin.

Oleh : Agus Susanto (Founder Jurnalispreneur.id)


MITRA JURNALISPRENEUR.ID