Keranjang Anda kosong!

Bismillah walhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita nikmat iman, Islam, ihsan dan kesehatan. Shalawat serta salam kita haturkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad ๏ทบ, keluarga, sahabat, dan para pengikutnya hingga akhir zaman.

Hadirin yang dirahmati Allah, Di dunia ini, kita sering menghadapi berbagai situasi yang menguji kesabaran dan keikhlasan kita dalam berbuat baik. Terkadang, setelah berbuat baik, kita justru mendapat balasan yang tidak sesuai harapan, bahkan mungkin dicemooh atau tidak dihargai. Namun, sebagai seorang Muslim, kita harus tetap teguh dan tidak berhenti menjadi orang baik.

Mengapa kita perlu teru berbuat baik? Sebab kita juga perlu hidup terus di dunia ini butuh pertolongan dan perlindunganNya. Sebab perintahNya. Sebab ada balasan kebaikanNya. Sebab kita dapat menjadi perantara kebaikan orang lain.
Pertama, perintah Allah. Allah ๏ทป berfirman dalam Al-Qurโan: “Dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”_ (QS. Al-Baqarah: 195)
Ayat ini menjadi pengingat bahwa perbuatan baik bukan hanya untuk mendapat pujian manusia, tetapi karena Allah mencintai orang yang berbuat baik.
Kedua, Balasan Kebaikan Itu Pasti Ada. Dalam QS. Az-Zalzalah: 7, Allah berfirman: “Barang siapa mengerjakan kebaikan sebesar zarrah, niscaya dia akan melihat (balasannya).”Artinya, sekecil apa pun kebaikan yang kita lakukan, Allah pasti membalasnya, baik di dunia maupun di akhirat.
Ketiga, Menjadi Jalan Kebaikan bagi Orang Lain. Nabi Muhammad ๏ทบ bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.”_ (HR. Ahmad). Artinya, keberadaan kita di dunia ini harus membawa manfaat bagi sesama, sekecil apa pun itu.
Tetap terus berbuat baik, mesti diuji di dunia ini. Sering kali, kebaikan kita diuji dengan perlakuan buruk orang lain. Namun, kita harus ingat bahwa: Pertama, Nabi Muhammad ๏ทบ selalu membalas kejahatan dengan kebaikan. Kedua, Orang yang membalas keburukan dengan kebaikan akan mendapat derajat yang tinggi di sisi Allah. Ketiga, Jangan menunggu orang lain baik dulu, baru kita berbuat baik. Kebaikan sejati adalah yang dilakukan tanpa pamrih.
Hadirin yang dirahmati Allah, Mari kita jadikan hidup ini lebih bermakna dengan terus berbuat baik, meskipun terkadang tidak dihargai. Jangan pernah berhenti menjadi orang baik (*ojo leren dadi wong apik*), karena kebaikan yang kita lakukan akan kembali kepada kita, jika bukan sekarang, maka di waktu yang telah Allah tentukan.
Semoga Allah menjadikan kita hamba yang istiqamah dalam kebaikan dan mendapat rahmat-Nya di dunia serta di akhirat. Aamiin. Ingat, Di dunia ini banyak orang yang baik. Jika disuatu tempat anda tidak atau belum menemukan orang baik, maka jadikan diri anda sebagai orang baik. (**)
Categories
Recent Posts
- Sambut Ramadhan 2026, Gianti Indonesian Fine Dining Gelar Open House Iftar “Kampung Ramadhan Prajanโ

- Usung Misi Global, FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta Mengadakan Konferensi Internasional
- โGebrakan Bangunharjo, Pasar Mobil Bekas Masuk Museum History of Javaโ

- Dompet Dhuafa Yogyakarta Gelar Gebyar Budaya Jelang Ramadan
- Usung Tema “Raharja”, Miftah Rizaq Gelar Pameran Tunggal
Archive
Tags
Akhir Lusono Bakpia Jogkem Bangunharjo BMT buka puasa Desa wisata Dinas Pariwisata Kulon Progo DPS ekosistem ekraf Festival Film Film GBMT Geguritan halal HPN 2025 Iftar Inkubator Bisnis UMBY Inovasi INTANI JAFF jakarta Jurnalipreneur.id Jurnalispreneur Jurnalispreneur.id kolaborasi Kotamas DIY kreatif kriya kuliner Pelatihan jurnalis pendampingan PINBAS MUI DIY PINBUK Ramadan Ramadhan senam sehat Silaturahmi Taman Kuliner Bangunharjo Tera View Tim Jurnalispreneur.id UGM UMBY Umkm Yogyakarta
Social Links
MITRA JURNALISPRENEUR.ID










Tinggalkan Balasan