Bakso Menjadi Sumber Rejeki. Ini Buktinya!

Sukoyono sedang melayani pembeli. (Foto: Istimewa)

    Sukoyono sedang melayani pembeli. (Foto: Istimewa)

(Yogyakarta, Jurnalispreneur.id)- Bakso adalah kuliner yang banyak digemari di Indonesia. Tidak heran kalau banyak orang berjualan bakso di berbagai kota besar.

Sukoyono yang tinggal di Kadipaten, kecamatan Kraton , Kota Yogyakarta salah satu pedagang bakso.

โ€œSaya mulai berjualan bakso dengan gerobak dorong sejak tahun 1987. Pada waktu itu bakso satu mangkuk masih seharga Rp. 250,00. Saya tekuni sampai sekarang harganya Rp. 10.000,00โ€, ucapnya kepada tim jurnalispreneu.id, Minggu, 2 Februari 2025.

Persiapan untuk jualan dimulai sejak pagi hari. Jam 3 pagi mulai belanja di Pasar Beringharjo sampai jam 04:30.

โ€œSekitar jam 04:30 pagi mulai memasak. Membuat bakso dan bakso gorengโ€, terangnya.

Untuk bakso dan bakso goreng memang dibuat sendiri. Tidak membeli yang sudah jadi.

โ€œKeluar jualan menuju depan pasar Ngasem jam 09:00 pagi. Di depan pasar Ngasem sampai jam 4 sore. Kalau dagangan belum habis, jam 4 sore keliling kampung Taman. Habis atau tidak daganganya, menjelang Maghrib pulang ke rumahโ€, ujarnya.

Seporsi bakso pak Sukoyono. (Foto: Herdy S)
Seporsi bakso pak Sukoyono. (Foto: Herdy S)

Lamanya berjualan bakso sampai Sukoyono mempunyai banyak pelanggan tetap. Tapi tidak jarang juga orang baru yang membeli.

โ€œSering juga baksonya diborong dan digunakan untuk hidangan arisan bahkan untuk hidangan pernikahanโ€, imbuhnya.

Pendapatan kotornya sehari bisa mencapai Rp. 900.000,00. Setelah dikurangi untuk konsumsi dan membeli bahan untuk hari berikutnya, pendapatan bersihnya Rp. 250.000 per hari.

โ€œPada bulan puasa libur satu bulan, tapi lebaran jualan di kampung Taman. Pendapatan justru meningkat, bisa mencapai 500/hari selama satu Mingguโ€, pungkasnya.

Pintu rejeki selalu terbuka dimana saja dan kepada siapa saja. Tinggal bagaimana mengetuknya. (Her)

 

 

 

 

 

 

 


MITRA JURNALISPRENEUR.ID