KKN UMBY di Mranggen: Merangkul Anak, Menguatkan Ibu, Membersamai Posyandu

Jurnalispreneur.id_Magelangย โ€” Sepanjang pertengahan Agustus 2026, Kelompok KKN 59 Angkatan XLIX Tahun 2026 Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menghadirkan rangkaian kegiatan sosial bagi warga Dusun Mranggen, Desa Kragilan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. Diawali dengan psikoedukasi anti-bullying untuk anak-anak, dilanjutkan psikoedukasi manajemen stres bagi kaum ibu, hingga pendampingan layanan kesehatan melalui Posyandu bagi ibu hamil dan balita, mahasiswa berupaya menghadirkan program yang menyentuh berbagai lapisan usia sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat setempat.

Rangkaian tersebut dibuka pada Minggu, 9 Agustus 2026, melalui psikoedukasi anti-bullying yang digagas sebagai bagian dari upaya mendukung gerakan stop bullying di lingkungan dusun. Program ini disusun berdasarkan hasil pengamatan mahasiswa sejak masa survei hingga penerjunan langsung di lokasi KKN. Dari berbagai interaksi bersama anak-anak, mahasiswa menemukan bahwa perilaku mengejek, menyebut nama orang tua, bercanda soal kondisi fisik, hingga membandingkan keadaan sosial ekonomi masih kerap terjadi dan dianggap wajar dalam pergaulan sehari-hari. Padahal, sejumlah anak mengaku pernah merasa sakit hati, sedih, bahkan merasa dijauhi ketika menjadi sasaran candaan semacam itu.

Anak-anak diajak mengenali bahwa bullying tidak selalu berbentuk tindakan fisik, melainkan bisa berupa perkataan merendahkan, julukan yang menyakitkan, maupun tindakan yang membuat seseorang merasa terasing. Mahasiswa memperkenalkan tiga cara sederhana yang dapat digunakan anak ketika menghadapi bullying, yaitu โ€œPerisai, Peluit, dan Rantai Kepercayaan.โ€ Perisai menggambarkan sikap asertif untuk menyampaikan keberatan dan menetapkan batasan; Peluit menekankan keberanian untuk melapor dan mencari bantuan ketika berada dalam situasi yang mengancam; sementara Rantai Kepercayaan mengingatkan anak agar tidak memendam pengalaman bullying seorang diri, melainkan bercerita kepada orang tua, guru, atau orang dewasa lain yang dipercaya. Mahasiswa menegaskan bahwa meminta bantuan bukanlah tanda kelemahan, melainkan bentuk kepedulian terhadap diri sendiri maupun teman yang sedang mengalami kesulitan.

Suasana kegiatan berubah lebih reflektif saat anak-anak diajak mengikuti sesi butterfly hug, memeluk diri sendiri sambil mengingat pengalaman menyakiti maupun disakiti oleh teman, hingga sejumlah anak terlihat menangis. Rangkaian dilanjutkan dengan Pohon Ikea (Harapan), tempat anak-anak menuliskan harapan dan cita-cita di atas sticky notes, serta Wadah Luapan, ruang untuk menuliskan kebiasaan buruk yang ingin ditinggalkan sebelum dibakar sebagai simbol komitmen untuk berubah. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan photobooth di depan posko KKN sebagai penutup yang lebih ringan.

โ€œAku jadi paham kalau kita mau becanda itu gak boleh berlebihan. Kadang di kira cuma becanda aja ke teman, tapi ternyata mereka bisa sakit hati kalau sembarangan. Jadi nanti aku mau lebih hati-hati lagi kalau becanda sama teman kak,โ€ ujar salah satu peserta.

anak anak padukuhan Mranggen

Sehari berselang, tepatnya Senin, 10 Agustus 2026, giliran para ibu di Dusun Mranggen yang menjadi sasaran program lewat psikoedukasi manajemen stres bertajuk โ€œPerempuan Berdaya.โ€ Program ini lahir dari observasi mahasiswa yang menemukan bahwa perempuan di dusun tersebut menjalankan banyak peran sekaligus, mulai dari mengurus rumah tangga, mendampingi keluarga, bekerja di ladang, hingga aktif dalam kegiatan sosial dan gotong royong. Rasa lelah dan jenuh dari rutinitas itu kerap dianggap wajar dan jarang disadari sebagai bagian dari stres.

Dalam sesi tersebut, peserta diberi pemahaman mengenai pengertian stres, respons tubuh terhadap tekanan, serta dampaknya bagi kehidupan sehari-hari, termasuk penegasan bahwa stres bukan tanda kelemahan maupun gangguan jiwa. Peserta kemudian mempraktikkan tujuh gerakan sederhana berbasis kinesiologi, meliputi minum air, saklar otak, gerakan silang, kait relaks, sentuhan di dahi, memegang bagian tubuh yang tegang, dan bernapas dengan lega, sebelum ditutup dengan sesi butterfly hug yang menjadi momen paling reflektif dalam rangkaian acara. Para ibu turut diajak membuat komitmen kecil, seperti menyediakan waktu istirahat saat lelah dan tidak ragu meminta bantuan kepada orang-orang terdekat.

โ€œProkernya bagus kak. Ibu-ibu sini juga menikmati. Meskipun ada yang tidak paham bahasa Indonesia, tetap membantu. Sebenarnya proker kalian saja sudah termasuk โ€˜peredaโ€™ stres kita. Benar lho, kalian menyapa dan membuat ibu-ibu tertawa saja sudah termasuk healing bagi kami,โ€ ujar Suprihati, salah satu warga Dusun Mranggen.

Rangkaian program kemudian berlanjut ke ranah kesehatan pada Sabtu, 15 Agustus 2026, melalui pelaksanaan Posyandu bagi ibu hamil dan balita di Dusun Mranggen. Berbeda dari dua kegiatan sebelumnya yang berfokus pada kesehatan mental dan psikologis, Posyandu kali ini menyasar aspek kesehatan fisik warga, khususnya kelompok rentan seperti ibu hamil dan anak-anak balita. Mahasiswa KKN turut membantu petugas kesehatan setempat dalam menjalankan rangkaian pemeriksaan rutin bagi peserta yang hadir.

Bagi balita, pemeriksaan meliputi pengukuran tinggi badan, lingkar kepala, lingkar lengan atas, serta berat badan untuk memantau tumbuh kembang anak sekaligus mendeteksi dini kemungkinan gangguan gizi atau keterlambatan pertumbuhan. Sementara bagi ibu hamil, dilakukan pengukuran tekanan darah (tensi) guna memantau kondisi kesehatan selama masa kehamilan. Rangkaian Posyandu ditutup dengan pemberian vitamin A dan obat cacing kepada anak-anak, sebagai bagian dari upaya menjaga daya tahan tubuh serta mencegah masalah kesehatan yang umum dialami anak usia balita.

Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan Posyandu ini turut meringankan tugas kader kesehatan dusun, sekaligus menjadi wadah edukasi bagi para orang tua mengenai pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala dan pemeriksaan kesehatan rutin selama masa kehamilan.

Ketiga kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program kerja Kelompok KKN 59 Angkatan XLIX UMBY yang dilaksanakan di Dusun Mranggen sejak 22 Juli hingga 21 Agustus 2026. Selain psikoedukasi anti-bullying, psikoedukasi manajemen stres, dan Posyandu ibu hamil dan balita, mahasiswa juga melaksanakan berbagai kegiatan lain, seperti pembuatan peta potensi dusun, bimbingan belajar dan bermain bagi anak-anak, kegiatan panen bersama warga, Posyandu remaja, serta sejumlah program lainnya.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Kelompok KKN 59 Angkatan XLIX UMBY berharap masyarakat Dusun Mranggen, mulai dari anak-anak, kaum ibu, hingga ibu hamil dan balita, dapat memperoleh manfaat nyata baik dari sisi kesehatan mental maupun fisik, serta semakin peka dalam menjaga dan merawat kondisi diri masing-masing dalam keseharian mereka.

Kontributor : Tim KKN 59 UMBY

Dokumentasi : Tim KKN 59 UMBY


MITRA JURNALISPRENEUR.ID