HMPS Akuntansi UMBY Bentuk Kelompok Usaha “Ngaran Klopo” di Kulon Progo, Sulap Air Kelapa Menjadi Kecap Bernilai Ekonomi

Jurnalispreneur.id_Kulon Progoย โ€“ Air kelapa yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah ternyata memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan. Melalui inovasi berbasis pemberdayaan masyarakat, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Akuntansi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) berhasil menginisiasi pembentukan Kelompok Usaha “Ngaran Klopo”ย di Padukuhan Ngaran, Kalurahan Depok, Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, dengan produk unggulan berupa kecap berbahan dasar air kelapa.

Program ini merupakan bagian dari Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Tahun 2026ย yang didanai oleh Belmawa Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Sebanyak 19 peserta yang terdiri dari ibu-ibu PKK mengikuti pelatihan pengolahan air kelapa menjadi kecap alami sebagai langkah awal membangun usaha berbasis potensi lokal.

Ketua tim pelaksana menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada pelatihan keterampilan, tetapi juga diarahkan untuk membentuk kelembagaan usaha masyarakat agar mampu berkembang secara berkelanjutan. Atas dasar itu, dibentuklah Kelompok Usaha “Ngaran Klopo”ย sebagai wadah kolaborasi masyarakat dalam mengembangkan berbagai produk olahan kelapa, mulai dari produksi, pengemasan, pemasaran hingga pengembangan usaha.

Pelatihan dipandu oleh Muhammad Prlileo, yang memperkenalkan proses pembuatan kecap berbahan dasar air kelapa menggunakan bahan-bahan alami. Air kelapa dimasak bersama gula jawa, kemudian dipadukan dengan bumbu seperti bawang putih, garam, kemiri, lengkuas, daun salam, dan serai hingga menghasilkan kecap dengan cita rasa khas tanpa bahan pengawet. Produk tersebut memiliki masa simpan sekitar satu hingga dua bulan apabila diproduksi dan disimpan dengan baik.

Dosen pendamping PPK Ormawa HMPS Akuntansi UMBY, Ika Wulandari, S.E., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi melalui pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi.

“Kami ingin menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu berasal dari bahan yang mahal. Air kelapa yang selama ini sering terbuang ternyata dapat diolah menjadi produk berkualitas dan memiliki nilai jual. Harapannya, keterampilan ini mampu melahirkan usaha-usaha baru yang meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat,”ย ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Usaha Ngaran Klopo, Carmelia Roes, mengaku antusias atas pendampingan yang diberikan mahasiswa dan dosen UMBY.

“Selama ini air kelapa sering dibuang begitu saja. Kini kami mengetahui bahwa bahan tersebut dapat diolah menjadi kecap yang enak, sehat, dan memiliki nilai jual. Dengan terbentuknya Kelompok Usaha Ngaran Klopo, kami semakin optimistis untuk mengembangkan usaha bersama dan meningkatkan penghasilan keluarga,”ย ungkapnya.

Kecap hasil olahan

Melalui program ini, HMPS Akuntansi UMBY menunjukkan bahwa organisasi mahasiswa tidak hanya berperan dalam pengembangan akademik, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak inovasi sosial dan ekonomi di masyarakat. Pendampingan yang dilakukan diharapkan mampu melahirkan produk unggulan desa berbasis sumber daya lokal sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat melalui kewirausahaan yang berkelanjutan.

Kontributor : Azfa Pabulo

Dokumentasi : Tim PPK Ormawa HMPS Akuntansi UMBY


MITRA JURNALISPRENEUR.ID